Pandemi, Papmiso Produksi 8 Ton Bakso Berkualitas Harga Murah

- Senin, 5 April 2021 | 18:15 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Paguyuban Pedagang Mie Bakso (Papmiso) Jateng memproduksi 8 ton bakso dan ayam siap saji. Produk ini akan dipasarkan di UMKM maupun rumah tangga Jawa Tengah dengan harga murah karena sasarannya adalah masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.

Ketua DPW Papmiso Jateng, Lasiman mengatakan tak hanya bakso dan ayam, pihaknya juga memproduksi pangsit kering. Tiga produk itu kemudian dipasarkan pada UMKM atau masyarakat umum. Boleh dikonsumsi pribadi atau dipasarkan kembali.

“Ibu-ibu rumah tangga jika ingin menambah penghasilan, bisa ikut memasarkan. Harganya murah, karena tujuannya adalah membantu masyarakat memperoleh makanan berkualitas namun tidak memberatkan kantong di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Lasiman pada saat launching ketiga produk tersebut dan penggunaan QRIS bagi pelaku bisnis kuliner di halaman Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Maxkidz Academy Kota Semarang, Senin (5/4).

Baca Juga: Ajak Belanja Kontinyu Produk UMKM, Menkop: Mereka Lokal tapi Juara

Lasiman menjelaskan bakso tersebut dikemas dengan ukuran 1 kg berisi 65-70 butir dengan harga Rp 70 ribu. Untuk ayam, merupakan ayam ungkep atau bacem dan bahannya diperoleh langsung dari peternak. Untuk penyimpanan, pihaknya telah menyediakan cold storage berkapasitas 8 ton.

“Kami ingin semuanya menikmati hasil. Konsumen senang karena harga murah dan rasa enak, dan ibu rumah tangga atau UMKM yang ikut menjualkan juga mendapatkan penghasilan tambahan,” terangnya.

Sementara untuk permodalan, Papmiso Jateng menggandeng pegadaian dan perbankan. Dalam kesempatan tersebut turut hadir perwakilan dari perbankan, pegadaian, dan pedagang mie bakso. Dalam kesempatan itu turut dilakukan launching penggunaan QRIS bagi pelaku kuliner dan sosialisasi perumahan bersumbsidi kerjasama dengan Kementerian PUPR.

Melalui QRIS, harapannya pelaku kuliner bisa tetap melakukan transaksi dengan aman. Karena pembayaran tidak menggunakan uang tunai melainkan cukup menggunakan aplikasi.

“Meski pandemi, ekonomi harus tetap berputar. Transaksi jual beli tinggal menggunakan HP dan scan saja,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X