Rencana Puslitbang Perkebunan Terkait Lada, Gubernur Lampung Menyambut Baik

- Senin, 5 April 2021 | 09:00 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BANDAR LAMPUNG, suaramerdeka.com - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyambut baik rencana kegiatan dari Puslitbang Perkebunan terkait lada.  “Saya sangat konsen dalam membangkitkan lada. Kita harus bangkit soal lada. Sejarah menunjukkan bahwa penghasil lada di Indonesia adalah Lampung dan Bangka Belitung, bahkan berkontribusi untuk lada dunia. Untuk itu, mari bangkit dan kerjasama,” ujarnya.

Gubernur juga setuju dengan rencana Puslitbang Perkebunan yang akan melakukan kegiatan terkait Lada di Provinsi Lampung.  “Hal tersebut sangat tepat, mengingat Lampung telah ditetapkan Bapak Menteri Pertanian sebagai Lumbung Pertanian. Kemudian, Presiden telah menyampaikan bahwa Lampung untuk dapat menjaga DKI Jakarta, jangan sampai kebutuhan Jakarta terganggu akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi. Dan beliau tahu bahwa kebutuhan hasil pertanian Jakarta 40 persen berasal dari Lampung,” ujarnya.

Gubernur Arinal menuturkan bahwa penghasil lada di Lampung berada di wilayah Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tanggamus, dan Lampung Timur.  Ke depan, Gubernur Arinal menginginkan agar Puslitbang Perkebunanan, Balitbangda Lampung,  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unikal) untuk berkolaborasi dan saling bekerjasama. Sehingga lada Lampung dapat semakin bangkit dan berjaya.

Baca juga: Inovasi Balitbangtan Tingkatkan Daya Saing Lada Lampung

Sementara, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menambahkan dalam pengembangan komoditas rempah, komponen pertama adalah benih. Untuk mendukung itu, Balitbangtan telah menyiapkan benih sumber varietas unggul baru perkebunan. “Kami akan remajakan seluruh tanaman rempah tersebut dan meyakinkan serta melatih petani untuk memakai bibit varietas baru dari Litbang seperti lada natar 1, lada natar 2, pertaling, juga komoditas pala, purwaceng, jahe, semua benihnya sudah ada dan disiapkan,” tegas Fadjry.

Selain pemupukan, masalah lain yang terjadi dalam budidaya lada di Lampung adalah serangan penyakit busuk pangkal batang. Menurut Syafaruddin, hal ini dapat dikendalikan dengan agens hayati. “Seperti yang pernah di uji coba pada kebun lada yang terserang di Bangka Belitung. Penggunaan agens hayati ini dapat menurunkan serangan penyakit hingga 30 persen.” terangnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perkebunan, Syafaruddin menambahkan pola integrasi perlu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan petani dan mengantisipasi terjadinya fluktuasi harga lada. Petani dianjurkan menyertakan kegiatan lainnya seperti integrasi dengan ternak, tumpangsari lada dengan kopi, atau tanaman lainnya.

Baca juga: Lada Banjarnegara Siap Tembus Pasar Ekspor, Ekspansi Melalui Kemitraan

“Integrasi lada dengan ternak dan penanaman penutup tanah seperti arachis pintoi sangat dianjurkan untuk mendukung budidaya lada yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan serta menambah pendapatan petani.” urai Syafaruddin.  

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X