Jiwasraya Siapkan Rp 26,7 Triliun, 87 Persen Pemegang Polis Bancassurance Ikuti Restrukturisasi

- Jumat, 2 April 2021 | 12:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – PT Asuransi Jiwasraya terus melakukan pembenahan melalui program restruktrisasi dan pembenahan, perubahan dan perbaikan semua aspek internal perusahaan. Pemerintah juga telah menyiapkan total dana Rp 26,7 triliun untuk program pembenahan manajemen Jiwasraya yang bermasalah sejak dekade terakhir ini.

Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya, R Mahelan Prabantarikso mengatakan Tim Percepatan Restrukturisasi sampai 30 Maret 2021 mencatat sekitar 87 persen atau 15.123 pemegang polis kategori Bancassurance mengikuti program restrukturisasi. Selain itu, tim mencatat sekitar 71 persen atau 131.111 peserta dari kategori pemegang polis korporasi telah memberikan persetujuan untuk mengikuti program Restrukturisasi Polis Jiwasraya.

Program restrukturisasi polis merupakan program yang diinisiasi oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selaku pemegang saham PT Asuransi Jiwasraya untuk menyelesaikan sengkarut masalah yang terjadi di Jiwasraya dalam satu dekade terakhir.

Program ini untuk menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya dan melakukan migrasi ke IFG Life, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 22 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Rp 4,7 triliun dari upaya fund raising IFG selaku induk usaha IFG Life.

Dikatakan, tren meningkatnya jumlah pemegang polis yang mengikuti program restrukturisasi polis juga diikuti oleh sebanyak 110.829 pemegang polis ritel.  "Jadi dua bulan pelaksanaan program restrukturisasi sejak diumumkan, total nilai tunai polis ritel yang sudah direstrukturisasi mencapai kurang lebih 80 persen," kata Mahelan pada Rabu (31/3).

Mahelan menjelaskan, untuk bisa mendukung kegiatan sosialisasi program pestrukturisasi polis, pihaknya telah mengerahkan lebih dari 1.000 karyawan dan agen Jiwasraya. Pengerahan ribuan karyawan dan agen sendiri untuk memberikan informasi secara utuh mengenai tujuan dari program restrukturisasi juga menjelaskan keberadaan perusahaan baru bernama IFG Life yang nantinya akan melanjutkan pemberian manfaat asuransi kepada pemegang polis eks Jiwasraya.  

Oleh karena itu, Mahelan berharapan seluruh pemegang polis mengikuti program restrukturisasi untuk menghindari kerugian akibat kondisi Jiwasraya yang sudah tidak mampu memenuhi kewajiban. Pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya merupakan hasil dari pembahasan yang panjang di antara pemegang saham, otoritas, DPR dan lembaga pengawas. 

"Tugas kami dimulai dari mempertahankan Jiwasraya dengan kondisi keuangan yang sudah tidak memungkinkan, hingga mencari solusi dengan menyiapkan opsi-opsi penyelamatan melalui skema restrukturisasi yang telah disepakati bersama," jelas Mahelan.

Untuk dapat memastikan proses migrasi portofolio ke IFG Life sesuai aturan, Mahelan menambahkan, pihaknya telah melibatkan lembaga pengawas dan pihak ketiga untuk melakukan audit terhadap polis serta portofolio yang clear and clean. Jika tak ada halangan, pihak manajemen optimistis proses migrasi polis dari Jiwasraya ke IFG Life bisa dilakukan pada Mei 2021.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X