Bulog Siap Serap 15 Ribu Ton Gabah di Karanganyar, Masa Panen Maret-April

- Sabtu, 27 Maret 2021 | 08:12 WIB
PANEN : Petani di Dusun/Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu panen dari musim tanam pertama 2021. (suaramerdeka.com / Irfan Salafudin)
PANEN : Petani di Dusun/Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu panen dari musim tanam pertama 2021. (suaramerdeka.com / Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Bulog siap menyerap gabah kering panen (GKP) petani di Karanganyar hingga 15 ribu ton, pada masa panen Maret hingga April. Harga yang dipatok adalah Rp 4.200 per kg, dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa 10 persen. Penyerapan dilakukan, setelah beberapa waktu lalu petani mengeluh harga gabah hasil panen anjlok di angka Rp 3.500 hingga Rp 3.800 per kg.

Kepala Gudang Beras Bulog (GBB) Triyagan Tri Aswarno mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) untuk serapan gabah petani. "Jika ada informasi mana petani yang hasil panennya siap diserap Bulog, kami akan meluncur ke lokasi. Atau gabah dibawa ke gudang, langsung ditimbang dan dibayar," katanya, di sela serapan gabah hasil panen di Dusun/Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Jumat (26/3).

Apabila hasil panen kadar air dan kadar hampanya di atas ketentuan, maka harga akan menyesuaikan. "Di-rafaksi. Rentang harganya antara Rp 4.000 hingga Rp 4.200. Misal petani mintanya di atas Rp 4.200, ya kami lepas," jelasnya.

Baca juga: Harga Gabah Anjlok, Bulog Rembang Siap Serap 10.000 Ton Beras Petani

Hingga saat ini, gabah yang diserap Bulog masih 70 ton. "Serapan sampai 15 ribu ton itu sampai April. Gabah yang diserap Bulog, nantinya disimpan untuk cadangan pangan di gudang. Akan dikeluarkan jika ada instruksi," imbuhnya.

Kasi Distribusi dan Cadangan Pangan Dispertan PP Karanganyar Budi Sutrisno menjelaskan, jika ada petani yang harga gabah hasil panennya jatuh, maka bisa menginfokan ke PPL dan Dispertan PP, untuk selanjutnya dikoordinasikan ke Bulog. "Bulog bisa memenuhi target 15 ribu ton, karena masih ada tiga kecamatan sentra padi yang baru mulai panen. Yakni Tasikmadu, Jaten dan Kebakkramat. Jika tiga kecamatan itu habis, peluang Bulog ya habis," jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya serapan gabah dari Bulog, harga jual gabah hasil panen mulai membaik. "Kalau dulu harganya Rp 3.700 sampai Rp 3.800, sekarang sudah minimal Rp 4.000," imbuhnya.

Sunarmanto, petani di Dusun Gaum mengaku baru sekali ini gabah hasil panennya diserap Bulog. "Luas lahan saya 1 hektare. Kemarin kan harganya sempat anjlok. Makanya saya minta Bulog yang beli. Berani Rp 4.200 per kg dengan kadar air 25 persen dan hampa 10 persen," tuturnya.

Menurutnya, jika hasil panen bagus, 1 hektare lahan bisa menghasilkan 15 ton gabah. "Hasilnya langsung dijual, untuk modal tanam lagi. Modal 1 hektare ini butuh Rp 13 juta," katanya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X