Proyek Strategis Nasional Rampung, PLN Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Usai Pandemi

- Senin, 15 November 2021 | 07:30 WIB
SUTET Pemalang-Mandirancan akan mengevakuasi daya listrik PLN dari PLTU Batang berkapasitas 2x1.000 MW. (suaramerdeka.com / dok)
SUTET Pemalang-Mandirancan akan mengevakuasi daya listrik PLN dari PLTU Batang berkapasitas 2x1.000 MW. (suaramerdeka.com / dok)

BATANG, suaramerdeka.com - Proyek Strategis Nasional (PSN) PT PLN (Persero) dengan nilai investasi sebesar Rp 1,7 triliun di Jawa Tengah telah selesai dibangun.

Dengan beroperasinya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Pemalang-Mandirancan berkapasitas 500 kilo Volt (kV), maka PLN sudah dapat menyalurkan 4.000 MW dari Jateng ke Jawa bagian barat.

Proses pemberian tegangan atau energize SUTET Pemalang-Mandirancan berkapasitas 500 kilo Volt (kV) telah dilakukan PLN pada Senin 8 November pukul 20.52 WIB untuk sirkit 1, dan Selasa 9 November 2021 pukul 16.48 WIB untuk sirkit 2.

Dengan dilaksanakannya proses tersebut, dipastikan PLN akan meningkatkan keandalan listrik PLN bagi pelanggan di jalur utara Pulau Jawa guna memenuhi kebutuhan investasi baru dan mendorong roda perekonomian daerah pasca pandemi Covid-19.

Baca Juga: Covid-19 Masih Ada, Masyarakat Diminta Tetap Pakai Masker dan Patuhi Prokes

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan, infrastruktur ketenagalistrikan baru ini akan menyalurkan listrik dari PLTU Batang berkapasitas 2x1.000 Mega Watt (MW) dan PLTU Jawa 4 berkapasitas 2x1.000 MW di Jepara.

Proyek Strategis Nasional yakni SUTET Pemalang-Mandirancan akan melengkapi backbone 500 kV jalur utara pulau Jawa SUTET Tanjung Jati B - Pemalang yang sudah beroperasi sejak Juni 2021 lalu.

“Beroperasinya proyek SUTET Batang-Mandirancan ini akan mendukung peningkatan keandalan listrik di jalur utara Pulau Jawa dengan mengevakuasi daya dari 2 PLTU, yaitu PLTU Batang dan PLTU Jawa 4."

"Kami berharap dengan listrik yang semakin andal ini juga akan membuka peluang baru untuk pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah pasca pandemi Covid-19,” kata Wiluyo.

Baca Juga: Centralized Traffic Control Purwokerto: Optimalkan Perjalanan KA Cepat Hingga Bisa Kejar Waktu Keterlambatan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X