32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

- Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB
Wamankeu, Suahasil Nazara didampingi Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah foto bersama para penerima pinjaman UMi usai digelar sosialisasi di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag. (SM/Asef F Amani)
Wamankeu, Suahasil Nazara didampingi Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah foto bersama para penerima pinjaman UMi usai digelar sosialisasi di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag. (SM/Asef F Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mencatat sebanyak 32.620 debitur di Magelang telah menerima pinjaman ultra mikro (UMi).

Pinjaman ini untuk pelaku usaha mikro yang belum bisa mendapat layanan perbankan lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah setelah mengisi kegiatan Sosialisasi Pembiayaan UMi-KUR dan Edukasi Perpajakan bagi anggota Gabungan Petani Organik (GUPON) Sekarlangit di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Sabtu (13/11) sore.

Baca Juga: Seri 3 Tour de Borobudur 2021, Lalui Rute Semarang-Candi Borobudur

Di Kecamatan Grabag, Ririn menyebut terdapat 1.434 pelaku usaha telah menerima pinjaman UMi. Adapun target pinjaman UMi tahun 2021 menyasar ke 1,8 juta debitur secara nasional.

"Per 1 November 2021, sekitar 1,7 juta debitur sudah menerima pinjaman ini. Pembiayaan UMi diharapkan bisa ikut mendorong pemulihan ekonomi (pelaku usaha mikro, red)," ujarnya.

PIP, katanya, adalah badan layanan umum yang bertugas mengoordinasi dana pinjaman UMi bagi pelaku usaha mikro yang belum bisa mendapat layanan perbankan lewat program KUR.

Besaran nominal dana tersebut Rp20 juta per debitur. Tenor pinjamannya kurang dari satu tahun. Adapun penyalur dana ialah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), koperasi-koperasi regional, dan lembaga keuangan mikro agribisnis.

Baca Juga: GIIAS 2021, Hyundai Hadirkan Mobil Konsep EV Prophecy Serta Kona Electric

Pinjaman ini tidak dikenakan bunga, karena merupakan bantuan sosial. Bahkan, debitur akan mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usaha.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMN dan ICSB Semarang Berkolaborasi Bangkitkan UMKM

Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB
X