Ketimpangan Penyerapan Produk Impor Indonesia Harus Diseriusi

- Selasa, 23 Maret 2021 | 10:41 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ekspor komoditas Indonesia masih bertumpu pada jalur "tradisional" yang menyasar negara-negara partner lama. Belum ada terobosan signifikan menyasar negara lain. Jika hal ini tak diseriusi, dengan melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor, dikhawatirkan industri dalam negeri juga mengalami kamdegan.

Ketua Departemen Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Drs. Darwis, MA, PhD, menyoroti ketimpangan pasar penyerap produk ekspor komoditas Indonesia yang menumpuk pada 3 (tiga) negara besar, yaitu RRT (20,50%), Amerika Serikat (12,92%), dan Jepang (8,35%).

Menurut Darwis banyak negara dengan penduduk besar seperti India, negara-negara di Timur Tengah, atau negara –negara di Afrika yang sesungguhnya sangat potensial untuk pemasaran komoditi dan produk ekspor Indonesia.

Baca Juga: Pertamina Terus Hadirkan Program Langit Biru di 11 Daerah di Jateng DIY

“Mie Instan, otomotif, dan suku cadang, kelapa sawit, karet dan barang dari karet, juga busana muslim sangat potensial untuk pasar negara-negara muslim di Asia, Timur Tengah, dan Afrika,” kata Darwis merinci.

Ia berbicara dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Pusar Kajian Sosial Politik Universitas Nasional Jakarta, di Jakarta, Selasa (23/3).

Ia berharap jajaran Kementerian Perdagangan bersama dengan Kementerian Luar Negeri harus bekerja keras membuka akses pasar bagi produk-produk Indonesia ke negara-negara tersebut meskipun harus menghadapi tantangan produk sejenis dari RRT, India, dan Vietnam.

Baca Juga: Mendag Siap Mundur Jika Keputusannya Impor Beras Terbukti Salah

“Mereka bisa jual produk bagus dengan harga murah, mestinya kita juga lebih bisa" ujar Darwis.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X