Upaya Pemulihan Sektor Transportasi dan Pergudangan Nasional Percepat Pulihnya Sektor Lain

- Sabtu, 13 November 2021 | 17:54 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)



JAKARTA, suaramerdeka.com - Kondisi ekonomi secara makro menunjukkan resiliensi yang baik, hingga awal November 2021 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,51% (yoy) pada Kuartal III-2021.

“Pemerintah optimis di tahun 2021 secara full year Indonesia pertumbuhan pada rentang 3,7 sampai dengan 4,0% dapat dicapai,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara webinar Kadin Indonesia dengan tema “Strategi Pemulihan Bisnis Transportasi di Indonesia Melalui Pembiayaan Bank dan Non Bank”, Kamis, 11 November 2021.

Sementara itu, Pemerintah juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 dapat mencapai 5,2% yang sejalan dengan proyeksi dari berbagai lembaga internasional.

Baca Juga: Arctic Monkeys Berharap Album Terbaru Bisa Dirilis Tahun 2022

Serangkaian insentif fiskal juga telah diberikan untuk mendongkrak kinerja sektor usaha.

Insentif PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 25, Restitusi PPN, dan penurunan tarif PPh Badan telah diberikan untuk membantu likuiditas dan keberlangsungan usaha.

Pemerintah juga telah memberikan insentif fiskal kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap perekonomian, seperti sektor properti dan otomotif.

Baca Juga: Detox Gorengan ala dr Zaidul Akbar, Ini Resep Alaminya

Airlangga mengungkapkan sebagian besar insentif bagi sektor Transportasi dan Pergudangan diberikan untuk menjaga cash flow dan menahan gelombang PHK.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DJKI : Penting Paten Produk Untuk Tingkatkan Daya Saing

Selasa, 20 September 2022 | 09:26 WIB

PLN Tegaskan Tidak Ada Penghapusan Pelanggan Daya 450 VA

Sabtu, 17 September 2022 | 09:48 WIB

Progres PLTA Kayan, Pembangunan Jalan Capai 30 Persen

Rabu, 14 September 2022 | 06:45 WIB
X