DRiM 2021: AAJI Fokus Bahas Penguatan Transformasi dan Inovasi Digital Asuransi Jiwa

- Sabtu, 13 November 2021 | 11:13 WIB
AAJI menyelenggarakan kegiatan tahunan berformat virtual dalam Webinar Digital Risk Management in Insurance. (suaramerdeka.com / dok)
AAJI menyelenggarakan kegiatan tahunan berformat virtual dalam Webinar Digital Risk Management in Insurance. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyelenggarakan kegiatan tahunan berformat virtual dalam Webinar Digital Risk Management in Insurance (DRiM).

Acara AAJI ini berfokus pada transformasi dan inovasi digital sebagai upaya meningkatkan pelayanan industri asuransi jiwa Indonesia.

Mengambil tema Waves of Change: Entering New Dynamics of Life Insurance, DRiM AAJI menghadirkan pembicara materi Yuswohady dari Inventure, Michael Rolfe dari Swiss Re, Edlyn Khoo dari NTUC Income dan Tek Yew Chia dari Oliver Wyman.

Mereka berbagi insight terkait transformasi dan inovasi digital serta manajemen risiko yang baik bagi industri asuransi jiwa.

Baca Juga: Andres Iniesta Tertarik Kembali ke Barcelona, Namun Tidak untuk Saat Ini

Sebagai keynote speaker dalam acara ini Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI yang menyampaikan bahwa Industri asuransi jiwa memiliki kesempatan pengembangan pasar yang sangat besar meskipun di tengah tantangan dan perubahan yang terjadi saat ini.

“Saya mewakili Pemerintah, ingin memberikan apresiasi kepada industri asuransi yang secara konsisten telah berperan aktif dalam bertransformasi dan terus melakukan inovasi mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi serta memperkuat ketahanan masyarakat dan memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia,” tutur Luhut.

Tak hanya memberikan apresiasinya pada industri asuransi jiwa, Pemerintah melalui Kemenkomarves juga akan terus mendukung terciptanya kebijakan dan regulasi yang mampu mendukung perkembangan industri asuransi dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Mochammad Ihsanuddin, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK menjelaskan bahwa, dalam hal kebijakan, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 4/POJK.05/2021 Tentang Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Lembaga Jasa Keuangan Non-bank pada Maret lalu.

Baca Juga: Masyarakat Diajak Gus Hilmy Teladani K.H. Hasyim Asy’ari dan Sri Sultan HB IX

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
X