Amerika Serikat Cabut Pembatasan Perjalanan, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi

- Rabu, 10 November 2021 | 09:48 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Usai Amerika Serikat mencabut pembatasan perjalanan membuat harga minyak naik ke level tertinggi dua minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)

Kemudian, tanda-tanda lain dari pemulihan global pascapandemi mendorong prospek permintaan lebih tinggi, sementara pasokan minyak tetap ketat.

Untuk pengiriman Januari, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik 1,35 dolar AS atau 1,6 persen, menjadi menetap di 84,78 dolar AS per barel.

Di sisi lain, untuk pengiriman Desember, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 2,22 dolar AS atau 2,7 persen, menjadi ditutup di 84,15 dolar AS per barel.

Baca Juga: Kenali Lima Penyebab Kulit Kering yang Perlu Kita Ketahui

Kenaikan itu menjadi adalah penutupan tertinggi untuk kedua harga acuan sejak 26 Oktober.

Pulihnya permintaan dan pembatasan pasokan OPEC membuat Brent telah naik lebih dari 60 persen tahun ini dan mencapai level tertinggi tiga tahun di 86,70 dolar AS pada 25 Oktober.

Harga minyak reli setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek (Short Term Energy Outlook/STEO) pada Selasa (9/11/2021) memproyeksikan harga bensin eceran akan turun selama beberapa bulan ke depan.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan akan menggunakan perkiraan harga dalam laporan STEO untuk menentukan apakah akan melepaskan minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) negara itu.

Baca Juga: Kota Magelang Masuk PPKM Level 1, Tracing Masih Harus Digencarkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X