Pengembang Manfaatkan DP Nol Persen untuk Dongkrak Penjualan Perumahan

- Selasa, 2 Maret 2021 | 07:30 WIB
(suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
(suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Bank Indonesia memberlakukan kebijakan Loan to Value 100 persen atau down payment kredit pemilikan rumah (KPR) nol persen mulai 1 Maret tahun ini.

Sejumlah pengembang di Solo Raya memanfaatkan kebijakan itu sebagai momentum promosi menggenjot penjualan rumah subsidi sebanyak banyaknya.

"DP nol persen ini sangat menguntungkan, mari kita sambut bareng-bareng," kata direktur utama PT Adi Propertindo Sunaryo, ketika ditemui di kantornya di Solo, Senin, 1 Maret 2021.

Karena DP nol persen, dalam promo itu, konsumen cukup menyediakan dana Rp 500.000 untuk mendapatkan rumah melalui KPR. Bahkan, kata dia, konsumen masih mendapat cashback dari pengembang senilai Rp 8 juta.

"Cashback itu dalam bentuk bebas biaya bank, biaya notaris, BPHTB, dan lainnya," kata dia.

Pengembang juga mempercepat proses pemberkasan untuk bisa akad kredit di bank, yakni hanya 14 hari atau dua minggu. Agar proses akad cepat, selama tujuh hari, berkas itu harus lengkap, sebelum dikirim ke bank untuk proses wawancara dan akad yang prosesnya sekitar tujuh hari.

"Untuk program ini, konsumen tinggal pilih rumah yang sudah ada. Sehingga bisa dikatakan, hari ini booking besok bisa langsung huni. Perumahan itu ada di Sragen, Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, dan Magelang," kata Sunaryo.

Selain memanfaatkan kebijakan DP KPR nol persen dari bank sentral, dalam program itu, pihaknya juga memanfaatkan program secepatnya menghabiskan subsidi perumahan skema FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dari Bank BTN.

"Saya yakin, dengan adanya program secepatnya menghabiskan FLPP ini, perbankan akan mempercepat atau mempermudah akhad kredit," kata dia yang menjual rumah melalui aplikasi rajarumahsubsidi.com.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X