Harga Minyak Naik Sedikit Lebih Tinggi Usai Ada Tanda Positif Pertumbuhan Ekonomi Global

- Selasa, 9 November 2021 | 08:48 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Tanda-tanda positif untuk pertumbuhan ekonomi global, membuat harga minyak sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Untuk pengiriman Januari, minyak mentah Brent naik 69 sen atau 0,8 persen, menjadi ditutup pada 83,43 dolar AS per barel, setelah kehilangan hampir 2,0 persen minggu lalu.

Sementara, jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember bertambah 66 sen atau 0,8 persen, menjadi menetap di 81,93 dolar AS per barel, setelah jatuh 3,0 persen minggu lalu.

Kedua kontrak naik lebih dari satu dolar AS per barel di awal perdagangan, di mana juga mendukung prospek permintaan energi dan Amerika Serikat mengatakan sedang mempertimbangkan opsi untuk mengatasi harga tinggi.

Baca Juga: Peparnas XVI Papua 2021: Beberapa Rekor Nasional Pecah di Cabang Atletik dan Renang

Akhir pekan lalu, Presiden AS Joe Biden menyambut baik pengesahan RUU infrastruktur senilai 1 triliun dolar AS yang telah lama tertunda, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

"Permintaan global melebihi pasokan saat ini - rencana Build Back Better (Membangun Kembali Lebih Baik) dapat memperburuk situasi itu - dan hanya sedikit yang dapat dilakukan oleh Pemerintahan Biden untuk memenuhi permintaan itu," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di New York, dikutip dari Reuters.

Dukungan harga lebih lanjut juga datang dari keputusan minggu lalu oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, untuk tidak mempercepat rencana kenaikan produksi mereka.

Baca Juga: Konsep Ekosistem Pendidikan Digital Dicanangkan Jadi Penyempurnaan PJJ

Biden telah meminta OPEC+ untuk memproduksi lebih banyak minyak mentah untuk mendinginkan pasar dan pada Sabtu (6/11/2021) mengatakan pemerintahannya memiliki "alat lain" untuk menghadapi harga minyak yang tinggi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X