Harlah NU Ke-98, Wapres Sentil Ekonomi NU Masih Tertinggal

- Senin, 1 Maret 2021 | 09:10 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) diminta mengembangkan strategi yang tepat untuk memberdayakan para pengusaha kecil naik kelas, mengingat jumlah usaha mikro kecil di Indonesia mencapai 99 persen, dan sebagian besarnya warga NU.

“Langkah yang perlu dilakukan juga adalah menumbuhkan para pengusaha baru melalui inkubasi dari kalangan nahdliyin sesuai dengan semangat nahdlatu al tujjar (kebangkitan para pengusaha) yang telah digaungkan oleh para ulama pada tahun 1918,” kata Wakil Presiden K H Ma’ruf Amin pada Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) Ke-98 melalui konferensi video di Kediaman Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta pada Sabtu (27/2).

Wapres menilai gerakan NU di bidang perbaikan keagamaan sudah dirasakan manfaatnya oleh seluruh komponen bangsa, namun dalam gerakan kemasyarakatan di bidang ekonomi dinilai belum optimal dan masih tertinggal. “Akan tetapi dalam gerakan kemasyarakatan NU perlu melakukan upaya-upaya yang lebih maksimal agar tidak tertinggal, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi informasi untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk warga NU,” kata Ma’ruf Amin.

Baca juga: Harlah Ke-98 NU, Jokowi Minta Nahdlatul Ulama Dukung Vaksinasi Covid-19

Sebagai organisasi kebangkitan ulama, Wapres menegaskan, NU harus mengambil peran aktif dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yang mencakup pengembangan industri halal, bisnis syariah, keuangan syariah, penguatan tata kelola dana sosial yang Islami, baik zakat, infak, sedekah, maupun wakaf, yang juga sedang digencarkan oleh pemerintah.

Selain itu, Wapres menambahkan, NU perlu segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang telah menimbulkan disrupsi di berbagai bidang kehidupan. Saat ini, NU sudah mengembangkan berbagai platform digital dalam banyak kegiatan, namun perlu adanya penguatan terutama dalam rangka mengharmonisasikan platform digital dan kontennya sesuai dengan tuntutan aspirasi masyarakat khususnya kalangan milenial.

Sebagai upaya melaksanakan program terkait perkembangan tersebut, Wapres mengatakan, perlu  menyiapkan tokoh-tokoh perubahan (rijalul ishlah/ reformers). Di samping itu, NU perlu membangun pusat-pusat perubahan/perbaikan (markazul ishlah) sebagai contoh-contoh yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah dan cabang.

Baca juga: Nahdlatul Ulama Berkomitmen Terima Pancasila, Jadi Dasar Negara dan Asas Organisasi

“Untuk itu, saya mengajak segenap pengurus dan warga NU, untuk kembali membangun semangat ke-NU-an (hamasah nahdliyah) seperti yang ditanamkan oleh para pendiri dan perintis NU. Pelajaran dari para sesepuh kita pada masa itu,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X