DP KPR Nol Persen, Pengembang Malah Apatis

- Kamis, 25 Februari 2021 | 08:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SOLO, suaramerdeka.com - Sejumlah pengembang apatis dengan kebijakan Bank Indonesa yang menaikan Loan to Value (LTV) dari 85 persen menjadi 100 persen, sehingga uang muka atau down payment (DP) kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi bisa nol persen. Sebab, menurut para pengembang, DP nol persen justru akan memberatkan konsumen atau debitur dalam mengangsur cicilsn setiap bulan.

Yang terpenting dilakukan, adalah bagaimana mempermudah proses akad para konsumen atau debitur yang mengajukan KPR ke bank. "Saya kira persoalan bukan DP nol persen, 15 persen, atau 30 persen, tapi yang terpenting adalah kemudahan akhad bagi konsumen yang mengajukan KPR ke bank," kata Yoyok, salah seorang pengembang dari Karanganyar ketika diminta tanggapan terkait kebijakan DP nol persen dari Bank Indonesia, Rabu (24/2).

Hal senada sebelumnya dikatakan Widodo, pengembang dari Klaten. "Dari sekitar 100 calon pembeli yang mengajukan akhad kredit ke bank, tidak sampai 20 pembeli yang di-acc," kata dia.

Baca juga:  DP Nol Persen Bangkitkan Sektor Properti, Mampukah?

Lebih lanjut Yoyok mengatakan, pengembang sangat mengharapkan kemudahan akhad kredit dari bank pada para calon pembeli. Sebab dari akhad itu, pengembang akan mendapatkan uang segar. Menurut dia, bukankah pengembang butuh uang segar butuh cashflow untuk diputar lagi membangun unit-unit rumah. "Kalau tidak ada akad, bagaimana pengembang bisa mendapatkan cashflow untuk bis diputar lagi," kata dia.

Sementara itu dalam diskusi virtual “Melihat Tantangan dan peluang Industri Properti di Masa Pemulihan Pandemi Covid 19”, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Kurniawan Agung mengatakan, Bank Indonesia optimis stimulus relaksasi (LTV) 100% atau DP 0% untuk KPR bakal mendongkrak penjualan rumah.

Dikatakan, penjualan properti residensial primer triwulan IV-2020 secara tahunan cukup membaik meski masih berada dalam tren negatif. Dimana berdasarkan data BI, penjualan rumah pada periode triwulan IV-2020 tercatat masih mengalami kontraksi -20,59 persen (yoy), meskipun begitu angka tersebut membaik dari -30,93% (yoy) pada triwulan sebelumnya, namun masih lebih rendah dari pencapaian positif 1,19% (yoy) triwulan VI-2019

Baca juga: Bisnis Properti Lesu,  Perbankan Mestinya Buka Kran KPR

“Secara tahunan kelihatan pertumbuhannya membaik dari kemarin -30,9 persen jadi -20,5 persen ini kami yakini akan semakin meningkat dan berpotensi mendekati 0 dan positif di 2021,” kata Kurniawan di Jakarta, Rabu 24 Febuari 2021.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X