Kekhawatiran Atas Ketatnya Pasokan, Harga Minyak Mentah Menetap Lebih Tinggi

- Sabtu, 6 November 2021 | 09:24 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kekhawatiran baru atas ketatnya pasokan, membuat harga minyak mentah menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Ketatnya pasokan setelah produsen OPEC+ menolak seruan AS untuk mempercepat peningkatan produksi minyak, bahkan ketika permintaan mendekati tingkat pra-pandemi.

Untuk pengiriman Januari, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari melonjak 2,20 dolar AS atau 2,7 persen, menjadi ditutup pada 82,74 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Dalam periode yang sama, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertambah 2,46 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi berakhir di 81,27 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Temanggung Masuk PPKM Level 2, Vaksinasi Sudah Capai 50 Persen

Kamis kemarin, OPEC+ sepakat tetap pada rencana mereka untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari mulai Desember.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden telah menyerukan produksi ekstra untuk mendinginkan kenaikan harga.

"Keputusan OPEC+ untuk tetap berada di jalur dan kurangnya respons substansial dari pemerintah Biden membuat reli minyak terus berlanjut," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger.

Gedung Putih mengatakan akan mempertimbangkan semua alat yang ada untuk menjamin energi yang terjangkau, termasuk kemungkinan melepaskan minyak dari cadangan minyak strategis (SPR).

Baca Juga: Ini Manfaat Tidur Memeluk Guling, Tidak Hanya Beri Rasa Nyaman

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X