Dolar Menguat di Akhir Perdagangan Usai Investor Atur Ulang Ekspektasi Kebijakan Moneter

- Jumat, 5 November 2021 | 09:48 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Usai investor mengatur ulang ekspektasi kebijakan moneter, dolar menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Penurunan juga diperlihatkan, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya berayun kembali dari terendah 93,80 tak lama setelah pengumuman Fed pada Rabu (3/11) ke 94.327 pada Kamis (4/11) pukul 15.30 waktu setempat.

Terkait penguatan dolar, Federal Reserve sebelunmnya mengulangi bahwa pihaknya melihat inflasi tinggi sebagai sementara, dan bank sentral Inggris (BoE) membuat pasar lengah dengan mempertahankan suku bunga stabil, mengirim poundsterling tergelincir.

BoE mengatakan sebagian besar anggota kebijakannya masih berpikir "ada nilai sedang menunggu" lebih banyak data di pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Prosesnya Tak Mudah, Insinerator Ini Bisa Penuhi SNI, Siap Diandalkan Kelola Sampah

"Pasar benar-benar harus mengatur ulang dirinya sendiri sejauh seberapa cepat beberapa bank sentral utama ini akan mengetatkan kebijakan," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.

Sementara The Fed mungkin masih tertinggal dari beberapa rekan-rekannya dalam menaikkan suku bunga, kebijakan akomodatifnya akan memacu pertumbuhan ekonomi dan melanjutkan tema luar biasa Amerika keluar dari pandemi, mendukung greenback, katanya.

"Saya pikir kebanyakan orang akan mencari penurunan untuk membeli dolar," kata Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale.

Untuk mata uang lain, euro, dengan ECB terlihat jauh di belakang bank sentral utama lainnya dalam pengetatan, merosot serendah 1,1528 dolar AS, terlemah sejak 12 Oktober.

Baca Juga: Rintik Hujan Warnai Pemakaman Vanessa Angel, Satu Liang Lahat dengan Suami

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X