Pembatasan Sosial, Penjualan e-Commerce Indonesia Meningkat 15,4 Persen

- Kamis, 11 Februari 2021 | 11:48 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pembatasan sosial yang menjadi salah satu strategi menurunkan laju penularan telah meningkatkan tren digitalisasi. Saat ini, pertumbuhan tahunan penjualan e-commerce di Indonesia meningkat mencapai 15,4 persen.

Perkembangan di Indonesia terlihat dari total penjualan nilai transaksi (Gross Merchandise Value) sektor e-commerce yang meningkat 54,0 persen dari USD 21,0 miliar di 2019 menjadi USD 32,0 miliar (setara Rp 266,3 triliun) di 2020 dan diperkirakan terus meningkat menjadi USD 83,0 miliar di 2025.

“Perusahaan yang berhasil bertahan selama pandemi juga merupakan perusahaan yang mulai melakukan digitalisasi. Perusahaan besar, kecil, menengah dan mikro kita lihat melakukan adjustment,” ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Baca juga: Penjualan Minol via E-Commerce, Ini Beberapa Rekomendasinya

Hasil survei Bank Dunia dan Kementerian PPN/Bappenas (2020) menunjukkan sebagian besar perusahaan, yakni 95 persen perusahaan besar dan 75 persen perusahaan kecil, telah melakukan upaya digitalisasi melalui internet, media sosial, dan platform digital untuk bertahan selama pandemi.

Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa kondisi usaha pada kuartal IV-2020 terlihat lebih baik dari Kuartal II-2020. Tercatat 73 persen perusahaan tetap buka pada Juni 2020 dan Oktober 2020.

Bahkan, 16 persen perusahaan yang tutup pada bulan Juni 2020, dapat beroperasi di kuartal IV 2020 sehingga pada Oktober 2020, sebanyak 89 persen perusahaan dapat mengoperasikan bisnisnya, dan sekitar 11 persen perusahaan tetap tutup. Di tengah pandemi, Komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh positif seperti perlengkapan rumah tangga, kesehatan, dan pendidikan.

“Untuk keseluruhan 2020, komponen pengeluaran untuk kesehatan dan pendidikan naik 3,09 persen, perumahan dan perlengkapan rumah tangga naik 2,28 persen, serta makanan minuman selain restoran tumbuh 0,51 persen. Sektor informasi dan komunikasi tumbuh positif karena kebutuhan media digital selama pandemi Covid-19, seperti kegiatan sekolah yang dilakukan secara daring, perusahaan atau kantor yang lebih banyak melakukan work from home, serta e-commerce. Kondisi less-contact economy namun tetap produktif ini diprediksi akan terus berlanjut,” tandas Menteri Suharso.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Go Digital, Milenial Bisa Selamatkan UMKM

Selasa, 28 September 2021 | 14:31 WIB

Terhimpit Pandemi, Capaian Pajak Hiburan di Sleman Rendah

Selasa, 28 September 2021 | 14:13 WIB

Harga Telur Anjlok, Peternak Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

Sinergi Hippindo dan Kadin Jawa Tengah Serap Produk UMKM

Senin, 27 September 2021 | 13:29 WIB

PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

Senin, 27 September 2021 | 11:34 WIB
X