Kebutuhan PLTS di Jawa Tengah Alami Peningkatan

- Jumat, 5 Februari 2021 | 14:38 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kebutuhan akan daya listrik mandiri yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS ) di Indonesia semakin meningkat akhir-akhir ini, bukan hanya di sektor komersial, melainkan juga di sektor perumahan.

Perwakilan PT. ATW SOLAR untuk Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, seperti yang telah diramalkan sejak awal PLTS mulai masuk ke Indonesia di tahun 2013, bahwa mulai tahun 2020 kebutuhan terhadap listrik bertenaga surya akan mengalami peningkatan besar.

Baca Juga: Dedikasi Cholis untuk PT ATW Solar, Panel Surya, dan Kesempurnaan Karya

Baca Juga: Indonesia Siap Ekspor PLTS 200 MWp ke Afrika, Sinergi dari BUMN

"Walaupun pada akhir triwulan pertama tahun 2020 penjualan PLTS sempat melambat seiring dengan munculnya kepanikan masyarakat akibat mulai merebaknya virus Covid-19 di Indonesia. Namun pada pertengahan tahun 2020 malah terjadi peningkatan kebutuhan luar biasa di sektor perumahan, akibat dari efek work from home ( WFH ) yang banyak meningkatkan konsumsi daya listrik di perumahan dan telah mengakibatkan tagihan listrik bulanan membengkak," katanya, Jumat (5/2).

Baca Juga: Universitas Indonesia Mampu Ciptakan PLTS Terapung

Menyikapi hal ini PT. ATW SOLAR, sebagai salah satu pemain panel surya paling aktif di Indonesia, menjalin kerjasama pemasaran pada awal 2021 ini dengan INDOCOM Group Purwokerto dalam rangka untuk memasarkan PLTS ke berbagai sektor di seluruh Jawa Tengah.

Direktur INDOCOM Group, Yenny Wijaya mengatakan potensi bisnis PLTS kedepan sangat menjanjikan, karena pada akhirnya dunia akan semakin banyak memanfaatkan energi baru terbarukan ( EBT ) seperti surya dan bayu untuk menggantikan energi fosil yang terbukti jauh lebih polutif dan menyebabkan pemanasan global.

"Saat ini sudah lebih dari 3.000 unit rumah yang menggunakan PLTS tersebar di seluruh Indonesia, sekitar dua pertiganya dipasang oleh PT. ATW SOLAR dan masih banyak kontrak yang masih dalam proses pengerjaan. Kami ingin menangkap peluang yang masih sangat besar di Jawa Tengah, karena pemanfaatan EBT baru saja dimulai," jelasnya.

Kajian potensi pasar yang dilakukan dengan survei di 7 kota di Jawa Tengah untuk 3 sektor berbeda juga menunjukkan potensi early adopters dan early followers yang cukup signifikan yaitu 9,6 persen untuk kelompok residensial, 9,8 persen untuk bisnis/komersial, dan 10,8 persen untuk UMKM.

Di sisi lain tingkat literasi dan kesadaran masyarakat di Jawa Tengah tentang PLTS atap masih perlu ditingkatkan. Sosialisasi, dan dorongan kepada pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah juga harus terus dilakukan.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB
X