Bank Syariah Indonesia Debut di Pasar Modal, Saham Naik 5 Kali Lipat

- Jumat, 5 Februari 2021 | 08:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (opening bell ceremony), Kamis (4/2), menandai debut Bank Syariah Indonesia (BSI) di pasar modal. Kiprah perdana di BEI itu diikuti naiknya harga saham emiten berkode BRIS tersebut sebesar 0,73 persen dari harga pembukaan di level Rp 2.750 menjadi Rp 2.770 per lembar ketika pasar dibuka.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengakan, kehadiran BSI yang tercatat di BEI dengan kode saham BRIS patut disambut baik. BRIS bisa menjadi pilihan investasi yang sangat menarik bagi investor, karena emiten ini termasuk satu dari sepuluh saham syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Berdasarkan catatan BEI, kata dia, BRIS menjadi salah satu emiten dengan kinerja saham terbaik sepanjang 2020 dengan kenaikan harga saham 582 persen dari Rp 330 menjadi Rp 2.250 per lembarnya.

"Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk tentunya memberi harapan besar dalam mendorong kemajuan dan keuangan syariah nasional, termasuk penguatan aset dan kapitalisasi dalam industri pasar modal syariah. Selama lima tahun terakhir pasar modal syariah indonesia tumbuh positif, di mana jumlah saham syariah meningkat signifikan 33 persen dari 318 saham syariah pada 2015 menjadi 426 saham per 22 Januari 2021, atau 60 persen dari saham tercatat di BEI dengan kapitalisasi Rp3,5 triliun atau 47,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI," kata Inarno dalam siaran pers.

Baca juga: Target Erick: Holding Bank Syariah Masuk 10 Besar Dunia

Sementara itu Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi menyampaikan, harga saham BRIS pada saat initial public offering (IPO) sebesar Rp 510, sedangkan per 3 Februari 2021 harga saham BRIS mencapai Rp 2.750 per lembar saham.

Artinya, harga saham ini naik sekitar 5 kali lipat dibandingkan dengan posisi saat IPO. Selain itu, market cap BRIS pada saat IPO sebesar Rp 4,96 triliun. Per 3 Februari 2021, market cap BRIS naik puluhan kali lipat mencapai Rp 112,84 triliun.  Melihat kinerja saham BRIS yang positif di tengah pandemi, kami berharap BRIS dapat menjadi primadona di bursa.

"Ke depan BRIS bisa dapat masuk ke dalam Index IDX BUMN20. Selain itu, kami berharap kinerja ini semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah lain untuk melantai di bursa. Pada seremoni opening bell, harga saham BRIS dibuka naik menjadi Rp 2.770 per lembar saham," ujarnya

Editor: Andika

Tags

Terkini

X