Ambil KPR BP2BT, Konsumen Dapat Subsidi Cash hingga Rp 40 Juta

- Senin, 1 Februari 2021 | 23:12 WIB
(suaramerdeka.com/dok)
(suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Bank Tabungan Negara (Persero) kembali dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan skema Kredit Pemilikan Rumah Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (KPR BP2BT).

Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar mengatakan, melalui skema KPR BP2BT, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki hunian dengan bantuan hingga Rp 40 juta dari pemerintah. Dengan nilai bantuan itu, otomatis akan mengurangi nilai angsuran KPR.

"Kami berkomitmen menyalurkan alokasi BP2BT dengan mengandalkan infrastruktur pembiayaan perumahan BTN yang kuat di seluruh Indonesia," kata Hirwandi, Senin (1/2).

Kehadiran KPR BP2BT melengkapi fasilitas KPR subsidi yang bisa dimanfaatkan MBR untuk memiliki hunian, baik rumah tapak atau rumah yang dibangun secara swadaya. Ada pun batasan harga hunian KPR BP2BT, bergantung zona yang ditetapkan kementerian PUPR.

Untuk rumah tapak mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 219 juta. Untuk rumah susun mulai Rp 288 juta hingga Rp 385 juta. Untuk rumah yang dibangun secara swadaya berkisar Rp 120 juta hingga Rp 155 juta.

BTN telah merancang fitur graduated payment mortgage (GPM) dalam KPR BP2BT. Fitur yang diluncurkan tahun lalu itu menawarkan keringanan angsuran berjenjang dengan suku bunga fixed 10% selama tiga tahun pertama. Untuk pemilikan hunian, KPR BP2BT juga memberikan bantuan uang muka sebesar 45 persen dari harga rumah atau maksimal Rp 40 juta.

"Uang muka KPR BP2BT mulai 1 persen dan tenor kredit hingga 20 tahun," jelasnya.

Sesuai aturan yang ditetapkan Kementerian PUPR, masyarakat yang bisa mengakses skema KPR BP2BT yakni yang belum memiliki rumah dan  belum pernah mendapatkan subsidi atau bantuan perumahan dari pemerintah. Selain itu, MBR yang bisa mengakses KPR wajib memiliki tabungan di Bank BTN selama minimal 3 bulan.

Kemudian, ada batasan penghasilan yang ditetapkan untuk bisa menikmati fasilitas KPR itu, baik sendiri maupun bersama pasangan. "PUPR mengatur nilai penghasilan sesuai zona wilayah yaitu penghasilan berkisar Rp 6 juta hingga Rp 8,5 juta," katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X