REI Diharap Jadi Rumah Nyaman bagi Para Pengembang, Bisa Berbagi Ilmu

- Sabtu, 30 Januari 2021 | 08:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Bidang Perumahan Real Estate Indonesia Komisariat Soloraya Sugeng Budiono berharap, REI benar-benar bisa menjadi rumah yang nyaman bagi para pengembang.

Di situ, para pengembang menjalin persaudaraan, serta bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang dimiliki, bagaimana membangun perumahan yang baik, bagaimana cara menjual rumah dengan cepat, dan bagaimana mengakses modal dengan mudah. Kalau pengembang menghadapi permasalahan atau permasalahan, bagaimana caranya mencarikan solusi.

Dengan menjadi tempat atau rumah yang teduh, para pengembang akan nyaman dan bangga menjadi anggota REI. "Sebagai asosiasi, REI harus bisa memberi manfaat anggotanya," kata Sugeng. Hal itu dia katakan ketika menjadi nara sumber dalam pertemuan REI Komisariat Soloraya di kantor asosiasi setempat di kompleks Perumahan Java Beverly Hills Jalan Mangesti Raya Nomer 38 Baki, Sukohorjo, Jumat (29/1).

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara REI Komisariat Soloraya dengan lawyer atau pengacara M Badrus Zaman serta penandatanganan penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum perumahan bagi para pengembang anggota REI kepada Pemkab Sukoharjo yang diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo, Suraji.

Baca juga: REI Soloraya Tanggapi Positif Kenaikan Pembiayaan Bantuan Perumahan Subsidi

"Kami akan menjadikan REI benar benar memberi manfaat bagi anggota. Kami juga merangkul para stake holder untuk kerja sama. Baik itu Pemda, BPN, Perbankan, media, Kejaksaan, Kepolisian, dan lainnya," kata Ketua REI Komisariat Soloraya SS Maharani.

Sementara itu Kadinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo, Suraji mengatakan, dari 200 titik perumahan di Sukoharjo, baru 15 persen yang sudah menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) ke pemda. Karena itu, pihaknya mendorong para pengembang untuk segera menyerahkan fasos dan fasum itu ke Pemda.

Dikatakan, penyerahan fasos dan fasum atau PSU diatur dalam undang undang perumahan dan peraturan daerah kabupaten. "Sebenarnya penyerahan PSU justru meringankan atau mengurangi beban pengembang, sebab aset itu menjadi beban dan tanggung jawab pemda," katanya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X