Kamis Pagi, Dolar Ditutup Menguat Terhadap Mata Uang Lainnya

Ant, RTR
- Kamis, 28 Januari 2021 | 09:24 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

NEW YORK, suaramerdeka.com - Pembelian aman ketika investor menjadi lebih berhati-hati di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari Covid-19 membuat dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lain pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Setelah sebelumnya mencapai 90,896, level tertinggi sejak 18 Januari, indeks mata uang dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,53 persen menjadi 90,636, .

Lalu, Euro melemah 0,48 persen menjadi 1,2101 dolar, di mana mata uang tunggal semakin tertekan setelah pemerintah Jerman pada Rabu (27/1/2021) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi terbesar Eropa itu menjadi 3,0 persen tahun ini. Lalu, revisi tajam dari perkiraan musim gugur lalu sebesar 4,4 persen, disebabkan penguncian virus corona kedua.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko merosot 1,08 persen menjadi 0,7664 dolar AS setelah sebelumnya jatuh ke 0,7642 dolar AS, level terendah sejak 4 Januari. Selain itu, Federal Reserve AS juga menyatakan kekhawatiran tentang kecepatan pemulihan ekonomi. Adapun saham -saham dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun sementara mata uang safe-haven dolar AS menarik minat pembeli.

Baca juga: Rabu Pagi, Dolar Melemah Terhadap Mata Uang Lainnya

"Ada banyak kekhawatiran tentang efektivitas peluncuran vaksin di Amerika Serikat. Hari ini adalah hari tanpa risiko yang pasti," kata Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank.

Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya mendekati nol dan tidak membuat perubahan pada pembelian obligasi bulanan, berjanji lagi untuk mempertahankan pilar ekonomi tersebut sampai ada rebound penuh dari resesi yang dipicu pandemi. Itu belum terjadi, dan The Fed dalam pernyataan kebijakannya menandai potensi perlambatan dalam laju pemulihan.

“Jika ada, dolar mendapatkan dukungan dari pesan Fed yang lebih berhati-hati. Saya akan mengatakan bahwa Fed setelah mencatat moderasi baru-baru ini dalam kecepatan pemulihan menambah kekhawatiran tentang prospek jangka pendek,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X