Desa Wisata di Sekitar Bandara YIA, Angkat Warga dari Kemiskinan

- Senin, 25 Januari 2021 | 21:51 WIB
(suaramerdeka.com/Agung PW)
(suaramerdeka.com/Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo harus mampu menjadi daya ungkit pengembangan sosial ekonomi di daerah sekitar bandara. Desa wisata di sekitar bandara pun mulai menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis dalam dan luar negeri. Ini merupakan kesempatan bagi sebagian warga setempat untuk keluar dari kemiskinan.

Peluang tersebut harus segera diantisipasi dan warga perlu mendapat pendampingan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berusaha membantu salah satu desa di sana yakni Desa Wisata Tinalah. Tim dosen fakultas merasa masyarakat pengelola destinasi wisata memerlukan pengembangan kapasitas dan ekonomi kreatif. Hal ini dapat dicapai melalui program pelatihan pembuatan ikonisasi brand produk pendukung agar terjadi pengembangan bisnis desa wisata.

''Desa Wisata Tinalah menjadi lokasi pengabdian masyarakat, mendorong dan membantu penduduk setempat melakukan kreativitas dan inovasi  pengembangan desa wisata supaya bisa menjadi jalan pengentasan kemiskinan,'' papar Dr Victoria Sundari Handoko MSi, kemarin.

Merek Desa

Pakar Sosiologi Pariwisata itu bersama Dr Desideria Cempaka Wijaya Murti MA yang ahli di bidang ahli di Bidang Komunikasi Pariwisata menyerahkan merek baru Desa Wisata Tinalah yang telah terdaftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Branding Desa Wisata Tinalah menjadi dua hal yakni logo desa wisata dan ikon Mbak Dewi yang merupakan simbol pengunjung Dewi Tinalah.

''Kami berharap adanya HAKI atas merek desa wisata, kreativitas dapat ditingkatkan sebab mereka sudah memiliki dasar dari aset desa yakni merek bernama Dewi Tinalah,'' imbuh Sundari.

Mbak Dewi menjadi ikon bagi desa supaya lebih atraktif. Ikon ini nantinya bisa dipakai untuk berbagai merek produk-produk desa dan pengembangan aplikasi teknologi Dewi Tinalah. Desa Wisata Tinalah cukup menyadari pentingnya merek bagi desanya. Meski sebelumnya belum memiliki ikon dan logo resmi serta merek terdaftar dan bersertifikat HAKI tetapi pariwisata di Dewi Tinalah sudah cukup berkembang.

Potensi peningkatan kreativitas dan daya jual dengan pembuatan merek desa secara profesional mampu memberikan pemberdayaan bagi desa untuk menjadi komunitas kreatif. Pendampingan harus terus dilakukan guna mengantisipasi ledakan penjualan berbagai usaha di desa tersebut.

Editor: Nugroho

Terkini

X