Pembebasan RIPH Perlu Dipertimbangkan Pemerintah untuk Komoditas Pangan Holtikultura

- Sabtu, 23 Januari 2021 | 11:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah perlu mempertimbangkan opsi untuk membebaskan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas pangan hortikultura. Pembebasan RIPH pernah diberlakukan sementara tahun lalu selama beberapa bulan untuk mempercepat masuknya beberapa komoditas pangan yang ketersediaannya diperlukan di Tanah Air.

Saat itu, harga bawang putih dan bawang bombay sempat melonjak dan terlambat diantisipasi. Langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang saat itu membebaskan RIPH merupakan keputusan yang sangat relevan, terutama merespon pandemi.

Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan, dengan meniadakan RIPH, impor komoditas pangan diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan pasokan keduanya bisa segera memasok kebutuhan dan menstabilkan harga di pasar Indonesia. Tidak hanya RIPH, Kemendag juga membebaskan importir dari kewajiban mengurus Surat Perizinan Impor (SPI).

Terkait proses pengajuan impor, importir biasanya harus mengurus RIPH kepada Kementerian Pertanian (Kementan) yang dilanjutkan dengan pengajuan Surat Perizinan Impor (SPI) kepada Kemendag. Importir juga dibebaskan dari persyaratan laporan surveyor (LS) atas kedua komoditas tersebut. Felippa juga mendorong pemerintah untuk memperluas terobosan yang baik ini ke komoditas strategis yang lain, seperti daging sapi, jagung, kedelai dan gula.

Baca juga: Fluktuasi Harga Pangan Perlu Diwaspadai Pemerintah

“Permintaan pembebasan RIPH sebagai persyaratan impor produk hortikultura perlu dikaji oleh pemerintah secara lebih dalam. Permintaan ini, salah satunya, bersumber dari panjangnya proses birokrasi, baik di Kemendag maupun Kementan. Kalau proses penerbitan kedua dokumen tadi bisa berjalan lebih transparan dan lebih cepat, komoditas yang diimpor diharapkan bisa masuk ke pasar Indonesia tepat waktu dan memang efektif untuk menjaga stabilitas harganya,” tegasnya.

Pembebasan RIPH, SPI dan LS merupakan terobosan yang baik dalam penyederhanaan proses pengajuan impor produk hortikultura. Komoditas yang diimpor diharapkan bisa segera sampai dan berperan dalam menstabilkan harga di pasar. Penyederhanaan proses impor ini idealnya bisa dipertimbangkan untuk diteruskan untuk memastikan ketersediaannya di pasar.

"Walaupun sempat terjadi perbedaan pendapat antara Kemendag dengan Kementan, Kementan melalui Badan Karantina sepakat untuk tetap memeriksa aspek kualitas produk hortikultura dari negara asal impor sebelum beredar di pasar Indonesia. Langkah ini, menurut Felippa, sangat perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kesehatan konsumen di Tanah Air," tandasnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X