Optimisme Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia 2021 Tumbuh 5,5 Persen

- Jumat, 22 Januari 2021 | 11:36 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com -  Menko Airlangga Hartarto optimistis tahun 2021 membawa perubahan ke arah yang positif, termasuk untuk perekonomian global. Beberapa lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia  dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan ekonomi global tumbuh di kisaran 4-5,2 persen  pada 2021.

Pada Triwulan IV 2020, ekonomi Indonesia diproyeksikan mengalami perbaikan dan akan berlanjut pada 2021 hingga tumbuh lebih baik dari angka global di kisaran 4,5-5,5 persen . Indikator menunjukkan kinerja industri dan kegiatan dunia usaha akan semakin baik di Triwulan I 2021. “Meskipun saat ini masih ada pembatasan sosial, namun akan kita dorong dalam waktu setahun ini,” ujar Menko Airlangga Hartarto.

Pada Desember 2020 lalu, Bank Dunia merekomendasikan 4 (empat) poin untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia, pertama memprioritaskan kesehatan publik. Kedua, memonitor dan melanjutkan bantuan kepada rumah tangga dan korporasi, terutama masyarakat 40 persen  terbawah. Ketiga, melakukan reformasi fiskal dan keempat reformasi struktural.

Menko mengatakan faktor kunci yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di 2021 adalah menjaga konsumsi rumah tangga untuk mendorong daya beli masyarakat. Sektor ini menyumbang 57 persen  dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Untuk kelas menengah-atas dapat didorong kepercayaannya kembali kepada kondisi perekonomian nasional sehingga mereka mau membelanjakan uangnya lagi.

Untuk kelas menengah-bawah dapat dijaga daya belinya dengan menggencarkan program bantuan sosial, perlindungan sosial, maupun penguatan UMKM misalnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lalu, melakukan percepatan reformasi baik fiskal dan struktural, antara lain melalui UU Cipta Kerja, reformasi anggaran dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Selain itu, penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI) atau positive list juga diharapkan akan membantu penambahan investasi ke dalam negeri. Menko Airlangga juga mengatakan vaksin akan dapat menjadi game changer untuk memulihkan kondisi perekonomian nasional. Jumlah penduduk yang harus divaksinasi, berdasarkan skenario herd immunity sekitar 181,5 juta orang atau 70 persen  dari total penduduk Indonesia.

Senada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan optimisme pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi pada tahun 2021. Instrumen-instrumen kebijakan akan digunakan secara tepat waktu, fleksibel, adaptif, namun tetap transparan dan akuntabel.

“Kita memasuki tahun 2021 tetap dengan optimisme tinggi karena kita paling tidak telah melewati tahun 2020 yang luar biasa dan merupakan syok yang tidak terjadi 100 tahun sekali dan Indonesia dalam suasana relatif lebih baik. Pertumbuhan kita tetap lebih baik dibandingkan negara ASEAN atau G20, kecuali beberapa negara, ” kata Menkeu di Jakarta, Kamis (21/1).

Editor: Andika

Tags

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X