Kemenperin Kembangkan e-Smart IKM, Sudah 516 Pelaku yang Masuk Katalog

- Senin, 4 Januari 2021 | 09:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pihaknya bertekad untuk terus mengembangkan sektor industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin produktif dan berdaya saing, meskipun di tengah tekanan kerena imbas pandemi Covid-19.

Salah satu jurus jitu yang dikeluarkan Kemenperin adalah terus melaksanakan program e-Smart IKM yang telah berjalan sejak tahun 2017. Program ini berhasil disinergikan dengan kampanye #BanggaBuatanIndonesia yang mendorong pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk belanja produk UMKM. “Di tahun 2020, sejumlah 3.958 IKM mendaftar program e-Smart IKM dan 2.014 di antaranya berhasil lolos kurasi dan telah mengikuti pelatihan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sudah terdapat 516 pelaku IKM yang masuk dalam e-katalog e-smart IKM. Pada tahun 2020, program kerja yang telah dijalankan meliputi penumbuhan dan pengembangan IKM melalui Dana Dekonsentrasi yang telah melaksanakan bimbingan teknis sebanyak 224 kegiatan di 34 provinsi kepada 7.287 pelaku IKM.

Selain itu, pelaksanaan program restrukturisasi mesin/peralatan IKM untuk 154 pelaku IKM, serta penumbuhan wirausaha baru (WUB) sektor IKM dengan membina 17.288 wirausaha dan memberikan fasilitasi izin usaha bagi 4.566 WUB.

“Selanjutnya, melalui kelas motivasi kewirausahaan dan bimbingan teknis, program Santripreneur juga telah berhasil membina sebanyak 1.320 santri di 27 pesantren. Kemenperin juga menjalankan program pengembangan sentra IKM bagi yang terdampak Covid-19 dengan fasilitasi dan bimbingan untuk 158 sentra IKM,” sebut Agus.

Baca juga: Pelaku IKM Senang, Difasilitasi Sertifikasi SNI-ISO

Di samping itu, Kemenperin aktif memacu pengembangan Alat Angkut Multiguna Pedesaan (AMMDes) dengan berbagai aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa. “Berbagai aplikasi yang dapat diterapkan di AMMDes bertujuan untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan mendukung kemajuan masyarakat desa.Salah satu contoh nyata pemanfaatan AMMDes adalah penerapan aplikasi ambulance feeder,” imbuhnya.

Menperin menyebutkan, beberapa program prioritas lainnya yang telah dijalankan oleh Kemenperin, yakni meningkatkan ketahanan dan pengembangan perwilayahan industri. “Terlihat pada tahun 2020, adanya penambahan jumlah kawasan industri yang beroperasi menjadi 121 kawasan industri, dari sebelumnya 103 kawasan industri di tahun 2019,” ujarnya.

Selain itu, Kemenperin tetap fokus terhadap pengembangan kompetensi SDM industri. “Saat ini, kami sedang membangun Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri (PIDI) 4.0 sebagai pilot project 4.0, dengan layanan jasa sebagai pusat riset dan inovasi teknologi industri, sebagai pusat pengembangan SDM industri, serta inkubator talent digital,” paparnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB
X