Investasi Bitcoin, Direktur Koperasi Gelapkan Uang Nasabah

- Jumat, 1 Januari 2021 | 00:40 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

SLEMAN, suaramerdeka.com - Direktur Koperasi KSP Karya Mandiri berinisial JS (49), resmi menyandang status tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang nasabah. JS sudah ditahan oleh penyidik Polres Sleman sejak 15 November silam.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku uang tersebut digunakan untuk berinvestasi bitcoin. "Modus itu sudah dilakukan sejak bulan Juli 2017. Niat tersangka supaya mendapat keuntungan lebih dari investasi maestro pulsa diluar sepengetahuan korban, dan tanpa dilakukan rapat anggota tahunan," ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah, baru-baru ini.

Awalnya, JS, warga Ngaglik, Sleman menawarkan kerjasama lewat koran untuk menanamkan modal kemitraan pada Koperasi KSP Karya Mandiri yang dia pimpin. Koperasi yang beralamat di Klembon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman itu memberi iming-iming bunga sebesar 2,5 persen.

Membaca penawaran itu, korban yang tidak disebutkan identitasnya merasa tertarik. Kemudian, menyerahkan uang modal sebanyak lima kali terhitung sejak Desember 2013 sampai dengan Maret 2016. Total uang yang disetorkan mencapai Rp 290 juta.

"Di awal, korban menerima bunga seperti yang dijanjikan tapi kemudian macet. Korban juga tidak dapat mengambil simpanan pokoknya karena ternyata digunakan oleh tersangka untuk investasi bitcoin," beber Deni.

Tersangka JS selalu meyakinkan korban agar tidak mengambil simpanan pokok. Alih-alih membujuk korban untuk menyetorkan kembali uangnya. Selanjutnya ketika korban mendatangi kantor koperasi tersebut pada bulan Desember 2019, ternyata sudah tutup karena bangkrut. Setelah ditelusuri, sejak November 2018, KSP Karya Mandiri sudah masuk dalam kategori dalam pengawasan.

"Per 31 Desember 2017, pihak koperasi tidak melaporkan rapat pertanggungjawaban pengurus. Kemudian, di bulan November 2018 keluar hasil penilaian tingkat kesehatan koperasi oleh Dinas Koperasi dan UKM yang menyatakan dalam pengawasan," ujar Deni.

Atas perbutannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 atau 372 KUHP.

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

X