BEI Catat Investor di Jateng Tumbuh 44 Persen, Ini Pendorongnya

- Sabtu, 26 Desember 2020 | 08:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bursa Efek Indonesia perwakilan Jawa Tengah mencatat pertumbuhan investor di wilayah kerja kantor perwakilan BEI Jateng 2020 mencapai 25.020. Jumlah tersebut setara 47,096 persen dengan pertumbuhan transaksi mencapai Rp 5,9 triliun. Untuk pertumbuhan investor Jateng 2020 mencapai 48.668 atau 44,090 persen dengan pertumbuhan transaksi sebesar Rp 9,12 triliun.

Kepala Perwakilan BEI Jawa Tengah Fanny Rifqi menyebut, percepatan pertumbuhan ini salah satunya didorong dengan keberadaan galeri investasi yang tersebar di berbagai perguruan tinggi. Bahkan pada saat pemberian penghargaan galeri investasi terbaik dengan sejumlah kategori, Jawa Tengah berhasil mendapatkan posisi juara.

Fanny menjelaskan, kategori Galeri Investasi BEI Teraktif berdasarkan Jumlah Penambahan Rekening Efek misalnya disabet Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan jumlah pertumbahan rekening efek baru sebanyak 2.546 SID. Selanjutnya disusul UIN Raden Fatah di posisi kedua dengan 1.616 SID, dan IAIN Surakarta di posisi ketiga dengan 1.363 SID baru sepanjang 2020.

Pada kategori Galeri Investasi BEI Teraktif berdasarkan Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi dimenangkan oleh Institut Informatika dan Bisnis Kesatuan dengan total angka yang diraih 4.251 poin. Pemenang kedua adalah Universitas Gunadarma dengan total angka 4.124 poin, dan Universitas Negeri Semarang sebagai pemenang ketiga untuk kategori ini dengan total angka 4.121 poin. "'Kami ingin memacu penetrasi akses pasar modal termasuk di kalangan akademisi dan generasi milenial," ujar Fanny.

Baca juga: Mantap, Puluhan Investor Telah Bergabung di KIK

BEI juga ingin memfasilitasi tidak hanya dari sisi teori pasar modal tetapi juga prakteknya dan ke depan bisa menyediakan informasi real time untuk belajar menganalisa aktivitas perdagangan saham.

Sebelumnya Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, tahun 2020 yang dinilai sebagai Tahun Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri di Pasar Modal Indonesia tidaklah berlebihan. Ini mengacu pada situasi di tengah pandemi, dimana BEI bersama para stakeholders Pasar Modal Indonesia, mampu mencatatkan berbagai pencapaian positif dari sisi Pengembangan Pasar Modal di Tahun 2020, khususnya pada aspek investor ritel dalam negeri.

Salah satu rekor yakni penambahan investor atau SID baru Pasar Modal Indonesia (Saham, Obligasi, Reksa Dana, dan investor instrumen investasi pasar modal lainnya) di 2020 naik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal. Pertumbuhannya mencapai 48,82 persen atau 1.212.930 SID menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember 2020.

''Dari sisi pertumbuhan SID baru saham yakni sebanyak 488.088 SID jumlahnya naik 93,4 persen dari total pertumbuhan SID baru saham di tahun lalu sebesar 252.370 SID baru saham di 2019. Saat ini jumlah investor saham per 10 Desember 2020 sebanyak 1.592.698 SID atau setara dengan 44,19 persen dari jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia,'' imbuhnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X