Tantangan Petani Tembakau Dinilai Makin Berat, Cukai Rokok Harus Dioptimalkan

- Kamis, 24 Desember 2020 | 11:48 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sektor pertembakauan di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang semakin berat. Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno menilai, situasi pertembakauan sepanjang tahun ini saja dalam kondisi yang serupa alias tidak mudah.

Karena itu, dibutuhkan peran pemerintah agar sektor ini bisa terus tumbuh. Selain itu, pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) alias cukai rokok, harus terus didorong implementasinya untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.  "Rencana Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati akan memberikan DBHCHT sebanyak 50 persen untuk kesejahteraan petani tembakau hingga buruh pabrik rokok patut diapresiasi," kata Soeseno, Kamis (24/12).

Menurutnya, program petani tembakau bisa dirumuskan dengan pemanfaatan dana DBHCTC. Pihaknya berharap bisa menjalin komunikasi dengan pemerintah dan legislatif, agar dana tersebut bisa dipergunakan secara maksimal untuk mendukung program APTI. Alokasi dana itu merupakan dana transfer dari pusat ke daerah yang disampaikan secara gamblang. Sebesar 50 persen akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani/buruh tani tembakau dan buruh rokok.

Dari alokasi ini, sebesar 35 persen akan diberikan melalui dukungan program pembinaan lingkungan sosial yang terdiri dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 5 persen untuk pelatihan profesi. Besaran alokasi ini juga termasuk bantuan modal usaha kepada mereka yang akan beralih menjadi pengusaha UMKM, serta 10 persen untuk dukungan melalui program peningkatan kualitas bahan baku.

Baca juga: Kebijakan Tarif Cukai Hasil Tembakau Tahun 2021 Ditetapkan, Ini Beberapa Pokoknya

Adapun alokasi lainnya yaitu sebesar 25 persen, untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional. Kemudian 25 persen untuk mendukung penegakan hukum dalam bentuk program pembinaan industri, program sosialisasi ketentuan di bidang cukai, serta program pemberantasan Barang Kena Cukai ilegal.

"Kesejahteraan para petani tembakau dan pekerja mendapat perhatian cukup besar, dan menerima porsi yang signifikan. Hal ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada lebih dari 2 juta petani dan tenaga kerja di sektor tembakau," jelasnya.

Sehari sebelumnya pihaknya melakukan pelantikan pengurus di tingkat cabang (DPC) APTI di semua daerah. Sementara, dalam putaran ketiga di Jawa Tengah ini yakni DPC APTI Temanggung, Magelang, Wonosobo, dan Kendal. Hal itu dilakukannya untuk menguatkan kelembagaan petani tembakau Indonesia.

Dia meminta agar jajaran pengurus APTI bekerja lebih giat dengan memperkuat organisasi serta menjalin sinergisitas bersama seluruh pemangku kepentingan. "Saya berharap pengurus yang baru semakin baik dan solid. Organisasi ini perlu diperkuat oleh kepengurusan yang muda sehingga akan ada regenerasi,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X