Cukai Hasil Tembakau Naik, Muhammadiyah Steps UMY Mengapresiasi

- Sabtu, 19 Desember 2020 | 10:24 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyampaikan kenaikan cukai hasil tembakau tahun 2021 naik rata-rata sebesar 12,5 persen (dihitung rata-rata tertimbang berdasarkan jumlah produksi dari jenis dan golongan). Masyarakat mengparesiasi hal itu khususnya mengenai pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia.

Muhammadiyah Steps UMY bersama dengan jaringan pengendalian tembakau dalam melakukan advokasi kepada beberapa kementerian dan lembaga mendorong memberikan kebijakan tekait dengan komitmen pengendalian tembakau salah satunya kenaikan cukai rokok. Kenaikan tarif cukai tersebut bertujuan untuk memutus jumlah perokok dan menekan perokok pemula di Indonesia.

Baca juga: Kebijakan Tarif Cukai Hasil Tembakau Tahun 2021 Ditetapkan, Ini Beberapa Pokoknya

Vice Director Muhammadiyah Steps UMY, Dianita Sugiyo SKep Ns MHID mengungkapkan Muhammadiyah Steps selalu berupaya untuk menyuarakan kepada Pemerintah Indonesia agar menyelamatkan generasi penerus bangsa dari jeratan perilaku merokok.

''Tujuan ini untuk mewujudkan Indonesia mencapai bonus demografi di masa mendatang dan mewujudkan Indonesia unggul berdaya saing global. Target menurunkan angka prevalensi merokok (di bawah umur) pada RPJMN Tahun 2024 sebesar 8,7 persen,'' ujar Dianita.

Kenaikan cukai menyebabkan rokok menjadi lebih mahal dan memberikan limitasi kepada masyarakat kurang mampu dan anak usia di bawah umur untuk mengaksesnya, membeli dan mengkonsumsi, atau indeks affordability naik 12,2 persen menjadi 13,7 persen sampai dengan 14 persen sehingga orang miskin akan susah untuk membeli.(Agung PW)

Editor: Andika

Tags

Terkini

X