Target Bobot Sapi Tidak Optimal, Program Penggemukan Sapi K1000 Dievaluasi

- Jumat, 18 Desember 2020 | 22:12 WIB
Seorang blantik mengikat sapi setelah menimbang bobot sapi tersebut untuk diangkut di truk dan di jual, Kamis (17/12), di Dusun Pucuk Desa Gemawang Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri.
Seorang blantik mengikat sapi setelah menimbang bobot sapi tersebut untuk diangkut di truk dan di jual, Kamis (17/12), di Dusun Pucuk Desa Gemawang Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri.

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Para peternak program kemitraan penggemukan sapi K1000, Kamis (17/12), panen dengan menjual sapi-sapi tersebut setelah seratus hari  memelihara. Namun BRI Syariah cabang Wonogiri akan mengevaluasi program penggemukan sapi K500 maupun K1000 yang dimulai sekitar tiga bulan lalu. 

Pasalnya, hasil penggemukan sapi yang dilakukan para peternak mitra BRI Syariah tersebut selama 100 hari itu tidak optimal, tidak seperti yang diharapkan. Penambahan berat sapi yang diestimasi bisa mencapai 1 kg hingga 2 kg per hari ternyata rata-rata hanya 0,8 kg.

Hal itu dikatakan kepala cabang pembantu BRI Syariah Wonogiri M Budiono di sela panen perdana penggemukan sapi program kemitraan K1000 di kandang milik salah satu peternak, Sutatmo, di Dusun Pucuk Desa Gemawang Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, Kamis (17/12).

"Program kemitraan K1000 ini adalah program baru, program uji coba, tentu saja akan kita evaluasi hasilnya," kata Budi.

Dikatakan, para peternak mitra BRI Syariah program penggemukan sapi K1000 pada umumnya adalah orang baru. Kalau pun peternak lama atau kawakan, biasanya hanya mewarisi dari orang tua, sehingga mereka tidak punya teori cara berbisnis atau beternak penggemukan sapi. Maka sebagai salah satu solusi, pihaknya akan memberi pelatihan para peternak sapi itu.

"Tidak menutup kemungkinan, evaluasi juga kami lakukan terhadap penyedia bibit sapi bagi peternak," tandasnya.

Marketing senior BRI Syariah cabang pembantu Wonogiri, Lydia Elvin Setyastuti menambahkan, para peternak yang mengikuti program penggemukam sapi K1000 maupun K500 adalah debitur BRI Syariah yang pembayarannya setiap panen atau yang dikenal dengan yarnen. Nah, jangka waktu kredit atau pembiayaan para debitur peternak itu selama setahun dengan cicilan pembayaran tiap seratus hari atau sekitar tiga bulan sesudah hasil penggemukan sapi dijual.

Meski hasil panen perdana penjualan sapi hasil penggemukan belum optomal, namun petani tidak begitu merugi. "Ini kan lagi panen perdana, panen seratus hari pertama. Masih ada dua kali lagi untuk penggemukan sapi," kata Elvin.

Lebih Lanjut Budi mengatakan, dalam program penggemukan sapi K500 dan K1000 lebih dititikberatkan pada beternak sapi yang benar atau berbisnis penggemukan sapi yang benar yang mengacu pada kepastian. Mulai dari pemilihan bibit sapi yang benar, pemeliharaan atau proses penggemukan sapi hingga penjualan sapi.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

X