40 UMKM di Demak Dilatih Siap Masuk Pasar Ekspor

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:17 WIB
PELATIHAN EKSPOR : Bupati Demak Hj Eisti'anah bersama Kadinas Perdagangan, UKM dan Koperasi Iskandar Zulkarnain foto bersama peserta pelatihan ekspor di Gedung Bina Praja, Kamis 28 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
PELATIHAN EKSPOR : Bupati Demak Hj Eisti'anah bersama Kadinas Perdagangan, UKM dan Koperasi Iskandar Zulkarnain foto bersama peserta pelatihan ekspor di Gedung Bina Praja, Kamis 28 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

 

DEMAK, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Demak mendorong pelaku UMKM di daerahnya untuk naik kelas, termasuk menyiapkan mereka masuk pasar ekspor.

Menakar potensi dan peluang ekpor, sebanyak 40 UMKM beraneka produk mengikuti pelatihan ekspor yang dikemas dalam Coaching Program for New Exporter (CPNE) di Gedung Bina Praja, Kamis 28 Oktober 2021.

Acara tersebut digelar Pemkab Demak bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Indonesia Eximbank.

Baca Juga: Sheila Marcia Cerita Masa lalunya, Kenang Momen Saat Hamil di Penjara

Kegiatan yang juga menggandeng Free Trade Agreemen (FTA) Centre Semarang mendapat support dari Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi.

Bupati Demak Hj Eisti'anah berharap pelatihan dan pendampingan yang dilakukan LPEI dapat memacu semangat para pelaku UMKM Demak untuk lebih produktif dan mengedepankan kualitas produk agar memiliki dasa saing tinggi.

Di antara hal yang perlu diperhatikan UMKM sebelum masuk dunia ekspor antara lain segi kualitas dan packaging atau kemasan, karena packaging mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Sanggar Greget Tampilkan Tarian Yuvaka Sapata Simbol Semangat Pemuda Nasionalis

"Pelatihan seperti ini akan membuka wawasan sehingga diharapkan para pelaku UMKM bisa lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah produk. Kami optimistis produk UMKM Demak bisa go international," kata bupati.

Mbak Eisti menuturkan, UMKM merupakan salah satu potensi unggulan yang dijadikan prioritas karena dipandang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Keberadaan UMKM juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang berarti membantu pemerintah mengatasi masalah pengangguran.

Sehubungan itu, Pemkab Demak terus berupaya meningkatkan kualitas SDM pelaku UMKM dengan cara menyelenggarakan berbagai macam pelatihan, di samping memfasilitasi kemitraan dengan berbagai pihak, baik akses perbankan maupun untuk memperoleh izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sertifikasi halal.

Sementara itu Bastian Turidobroto ST dari Free Trade Agreemen (FTA) Centre Semarang menyampaikan, jumlah UMKM yang sangat besar di Indonesia menjadikan perekonomian nasional kuat dan mampu bertahan di tengah badai yang berulangkali menggungcang.

Kenyataan demikian dilirik oleh negara-negara lain, yang kini mulai meniru pengembangan UMKM di negaranya masing-masing.

Baca Juga: Apresiasi Pembangunan Klinik Pratama Darul Amanah, Wagub Jateng: Layani Santri dan Warga dengan Maksimal

Hampir semua produk UMKM, lanjut dia, memiliki nilai jual yang menjanjikan. Namun demikian agar bisa bersaing dengan pasar internasioal masih memerlukan sejumlah sentuhan, baik kemasan, kualitas maupun kuantitas produk.

"Yang tidak kalah menariknya adalah promosi produk di semua jejaring media. Ini akan mengangkat potensi pasar," katanya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi mengapresiasi Pemkab Demak, LPEI dan Indonesia Exim Bank yang memiliki kepedulian menaikkan kelas UMKM agar mampu bersaing di pasar ekspor. Terlebih materi pelatihan memenuhi kebutuhan UMKM terkait pengetahuan dasar dan praktik dunia ekspor.

Di antaranya strategi internet marketing, pembayaran internasional, akses pembiayaan perbankan, asuransi serta berbagai strategi untuk menemukan buyer yang menguntungkan.

Halaman:
1
2
3

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMN dan ICSB Semarang Berkolaborasi Bangkitkan UMKM

Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB
X