Aspek Penjualan UMKM Terdampak Pandemi Paling Besar

- Rabu, 16 Desember 2020 | 19:13 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Aspek penjualan dan distribusi usaha kecil, menengah dan mikro (UMKM), menjadi sektor yang paling besar terdampak pandemi Covid-19. Terlebih, sebagian UMKM merupakan yang membuka usaha untuk menutup kebutuhan harian.

"Sehingga mereka demikian resisten terhadap kondisi pandemi yang menyebabkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Karena bila tidak berusaha, mereka tidak mendapatkan pendapatan," kata Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Empat Pilar MPR bertema 'Peran Koperasi untuk Membangkitkan Perekonomian Nasional di Tengah Pandemi.' Menurutnya, hal itu membuat pemerintah memberikan bantuan Rp 2,4 juta kepada 12-an juta pengusaha UMKM.

Baca Juga: Mantap! Kemenhub Sabet Penghargaan Kemitraan Utama dari KPPU

Di tempat yang sama, Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan menegaskan, apa yang sudah direncanakan oleh pemerintah, cukup bagus,. Karena begitu banyak anggaran yang sudah dipersiapkan untuk UKM dan koperasi.

"Akan tetapi lagi-lagi saya melihat bahwa ini tidak akan efektif kalau Kemenkop dan tidak ditingkatkan statusnya. Harus dilakukan reinventing, karena dari Rp 123 triliun, hanya Rp 1,7 triliun yang betul-betul dikelola oleh Kemenkop," ujarnya.

Padahal, kata dia, pembinaan koperasi dan UMKM itu menjadi tanggung jawab Kemenkop. Sehingga dia menilai hal itu sangat kontradiktif.

Baca Juga: Kebijakan Perpajakan Gairahkan Perekonomian di Tengah Pandemi

"Kemenkop jangan hanya sebagai pengambil kebijakan, namun harus menjadi leading sector bagi 18 kementerian yang ikut mengurus UKM dan koperasi. Sebaliknya,  18 lembaga itu seharusnya fokus pada tugasnya dan biarkan Kemenkop menjadi leading sector-nya," ujar mantan menteri koperasi itu.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X