Imbas Pengurangan Cuti Bersama, Pembatalan Reservasi Hotel Diprediksi Naik

Red
- Kamis, 3 Desember 2020 | 12:53 WIB
Ilustrasi istimewa
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemangkasan cuti bersama akhir tahun berdampak pada industri perhotelan. Pengusaha perhotelan mengaku cemas, terjadi lonjakan pembatalan reservasi hotel. Padahal, pengusaha semula berharap cuti bersama bisa mendongrak okupansi dan pendapatan bisnis hotel yang selama ini lesu akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Jendral Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menjelaskan, tak dipungkiri, pengurangan libur akhir tahun akan menimbulkan polemik bagi konsumen dan pengusaha hotel.

Menurutnya akan terjadi beberapa efek kemungkinan bila terjadi pengurangan hari libur ini, seperti, pembatalan reservasi hotel dan pengajuan kembali dana yang sudah dibayarkan (refund).

Baca Juga: Pandemi Corona, 12 Hotel di Solo Tutup

Baca Juga: Jangan Sedih Ya! Demi Covid-19, Libur 28-30 Desember Dibatalkan

Berdasarkan data Maret lalu, banyak terjadi pembatalan reservasi bertepatan dengan  awal mula kasus Covid-19 merebak di Indonesia. Berikutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh Pemprov DKI juga juga berdampak pada reservasi hotel.

Kini, dengan pengurangan jadwal libur bukan tidak mungkin menyebabkan pembatalan reservasi kembali terjadi. Ia pun khawatir, kepercayaan publik menurun akibat banyaknya yang kebijakan pemerintah yang berubah secara mendadak.

“Sedangkan di  sektor pariwisata, kegiatannya harus terencana, tidak bisa mendadak,” jelasnya.

Mekanisme refund pun menurutnya tak mudah dilakukan, lantaran proses harus melalui mekanisme beberapa pihak. “Masing-masing bisnis punya komitmen, jadi refund itu tidak mudah dibayangkan,” katanya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB
X