Harga Minyak Naik Tipis ke Level Tertinggi, Pasokan Global Berkurang

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:48 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Kurangnya pasokan global serta permintaan kuat dari Amerika Serikat, harga minyak naik tipis ke level tertinggi sejak 2014 pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).

Untuk pengiriman Desember, minyak mentah berjangka Brent mengalami kenaikan 41 sen atau 0,5 persen menjadi menetap di 86,40 dolar AS per barel.

Di sisi dalam jangka waktu sama, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 89 sen atau 1,1 persen lebih tinggi di 84,65 dolar AS per barel.

Bisa dikatakan itu merupakan adalah penutupan tertinggi untuk kedua acuan global sejak Oktober 2014.

Baca Juga: Aksi Ambil Untung Membuat Harga Emas Tergelincir di Akhir Perdagangan

Reli terjadi menjelang laporan persediaan AS dari American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, pada Selasa 26 Oktober 2021 dan Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu waktu setempat.

Data persediaan mingguan minyak AS terbaru, diperkirakan analis, menunjukkan peningkatan 1,9 juta barel dalam stok minyak mentah.

"Krisis energi masih jauh dari mereda, jadi kami memperkirakan kekuatan besar pada harga minyak pada November dan Desember karena pasokan tertinggal dari permintaan dan karena OPEC+ tetap tidak bertindak," kata Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energy.

Saat ini, OPEC+ meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan, tetapi telah menolak seruan untuk meningkatkan produksi lebih cepat dalam menanggapi lonjakan harga.

Baca Juga: Covid-19 ASEAN Menurun, Presiden Joko Widodo Tekankan Percepatan dan Penguatan Bidang Kesehatan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X