Kelompok UKM di Sleman Didorong Bentuk Koperasi

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB
BERKUNJUNG : Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6) dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
BERKUNJUNG : Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6) dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kelompok pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) didorong semakin terlibat dalam kegiatan koperasi. Dengan mendirikan koperasi, usaha mereka akan mampu berkembang.

Nilai manfaat koperasi dapat dirasakan setidaknya dari aspek pemenuhan bahan baku, dan pemasaran.

"Kalau kelompok usaha membeli bahan baku sendiri-sendiri, jatuhnya bisa lebih mahal. Dari sisi pemasaran produk juga semakin untung jika dilakukan lewat koperasi," kata Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sleman Teguh Budiyanta, Selasa, 26 Oktober 2021.

Baca Juga: Kangen Wisata Edukasi? Yuk Ikutan Virtual Tour Rori di Museum Sumpah Pemuda

Dengan terbitnya UU Omnibus Law Cipta Kerja, pembentukan koperasi kini dipermudah.

Dalam acuan perundangan sebelumnya yakni UU Nomer 12 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan syarat mendirikan koperasi minimal beranggotakan 20 orang, namun sekarang minimal 9 orang.

Penerbitan SK badan hukum juga kurang dari jangka waktu satu minggu asalkan semua persyaratan terpenuhi.

Baca Juga: Rizal Ramli untuk Pilpres 2024, Ahli Hukum Tata Negara: Sosok Pemimpin dengan Segudang Pengalaman

Kemudahan itu, kata Teguh, sesuai dengan tujuan pendirian koperasi untuk melegalkan kelompok usaha.

Beberapa waktu belakangan, minat masyarakat mendirikan koperasi dinilai ada sedikit peningkatan.

Saat ini terdapat 417 koperasi di Sleman dimana 74 persen masih aktif.

"Anggapan koperasi identik dengan generasi tua juga perlu diubah. Sekarang banyak anak muda yang merintis kongsi usaha, dan sejatinya sudah menjalankan prinsip koperasi, hanya saja belum dilegalkan," paparnya.

Baca Juga: Ini Ciri Khas Ejaan Van Ophuijsen yang Digunakan dalam Teks Sumpah Pemuda

Sosialisasi tentang koperasi diharapkan bisa lebih mengena lewat penyelenggaraan event Koperasi dan UMKM Expo pada tanggal 28-31 Oktober mendatang di Hartono Mall Yogyakarta.

Sebanyak 19 koperasi akan berpartisipasi memamerkan produk mereka bersama dengan 57 UMKM, dan BUMD.

Acara dalam rangka HUT Koperasi ke-74 ini bertujuan mendorong koperasi meningkatkan skala usaha melalui penguatan modal dan digitalisasi.

Selain pameran luring dan daring, rangkaian kegiatan lainnya adalah talkshow, workshop, penyerahan penghargaan bagi koperasi berprestasi, pojok konsultasi UMKM, dan pemilihan Duta Koperasi.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMN dan ICSB Semarang Berkolaborasi Bangkitkan UMKM

Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB
X