Bisnis e-Commerce Pesantren Gunakan Banyak Platform

- Rabu, 18 November 2020 | 18:59 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Dinamika bisnis yang digeluti pondok pesantren dinilai terus menunjukan sinyal positif. Mereka pun semakin massif dalam pendekatan teknologi digital yang ditandai dengan penggunaan beragam platform mulai dari blog atau situs, sosial media hingga e-commerce.

"Dari sekian banyak pesantren yang sudah memulai bisnisnya, kebanyakan mereka bergerak di bidang agrobisnis, peternakan, perkebunan, dan koperasi," kata staf pengajar SBM ITB Bandung, Wawan Dhewanto Phd dalam keterangannya yang diterima Rabu (18/11).

Menurut dia, kemungkinan tren tersebut semakin berkembang mengingat jumlah pesantren yang mencapai ribuan. Dalam catatannya, angkanya mencapai 27.722 pesantren dengan jumlah santri yang sebanyak 4.175.467 orang.

Baca Juga: Menpora Dorong Pemuda Mandalika Tumbuhkan Minat Kewirausahaan

Mengenai pasar yang dimasuki, Wawan Dhewanto meminta pesantren yang akan terjun merambah bisnis guna mengoptimalkan potensi yang dimilikinya tak perlu khawatir. Pasalnya, ceruknya masih luas. 

Hal itu sejalan dengan potensi pasar yang semakin besar seiring terus bertumbuhnya pengguna internet dan e-commerce. Pada 2025, katanya mengutip data, jumlah pengakses internet diprediksi mencapai 221 juta pengguna.

Ditambahkan, Indonesia pun memiliki pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia dengan catatan 78 persen pada 2018. Di masa pandemi, imbuhnya, pertumbuhan masih tetap terjadi dengan nilai sekitar Rp 36 triliun pada April 2020. 

Baca Juga: Ciater Jadi Puncak-nya Bandung, Luas 400 Ha Siap Dikembangkan

"Angka ini naik 26 persen dari rata-rata bulanan kuartal II pada 2019. Untuk transaksi harian pun naik 3,9 juta menjadi 4,8 juta transaksi. Sedangkan konsumen baru yang pertama kali belanja online saat PSBB mencapai 51 persen. Permintaan sendiri melonjak 5-10 kali lipat," katanya.

“Jadi marketnya sudah ada dan jumlahnya banyak. Apalagi santri juga merupakan milenial yang cenderung menguasai teknologi, peluangnya besar,” katanya.

Berdasarkan penelusurannya, banyak ponpes yang memanfaatkan e-commerce besar. Di antara mereka, ada pula yang memanfaatkan produk lahan pertaniannya dan menjual produk pertanian tersebut melalui toko online-nya. Pesantren lainnya bahkan memiliki jaringan minimarket. 

Dalam kaitan itu, Guru Besar yang juga Ketua Kelompok Keahlian Risiko Bisnis dan Keuangan SBM ITB, Prof  Sudarso Kaderi Wiryono menambahkan dengan situasi tersebut pandemi Covid-19 tak selamanya menjadi musibah.

Pesantren dinilainya mampu memanfaatkan kondisi tersebut dengan lebih mendalami penggunaan teknologi digital. Hal ini pun tak terlepas dari potensi pesantren yang sangat besar secara ekonomi sehingga diharapkan kiprahnya bisa lebih dirasakan dalam bidang ekonomi. 

"Dengan demikian, pesantren tidak hanya terkenal dari segi pendidikannya saja namun dalam bidang bisnis yang dikembangkan dan bisnis tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang, sustainable," katanya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB

Mitra10 Ekspansi Gerai Ke-41 di Semarang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:24 WIB
X