Sedang Memasak, Tiba-Tiba Dinding Rumah Ambruk

Biro Pantura
- Rabu, 18 November 2020 | 18:13 WIB
Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Brebes melakukan pendataan rumah warga yang dinding temboknya ambruk di Dukuh Kalibata, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan.
Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Brebes melakukan pendataan rumah warga yang dinding temboknya ambruk di Dukuh Kalibata, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan.

BUMIAYU, suaramerdeka.com- Dinding rumah milik Herman (38), warga Dukuh Kalibata, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes, tiba-tiba ambruk, Rabu (18/11) sekitar pukul 05.45. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun demikian, seluruh penghuninya atau sebanyak empat jiwa harus mengungsi karena kondisi rumah berukuran 9x6 meter tersebut sudah membahayakan.

Dijumpai Suara Merdeka, Herman bersama istrinya Khoerotul Muslimah (34) hanya bisa pasrah. Diceritakan Muslimah, sehari sebelum musibah terjadi, hujan lebat mengguyur sepanjang Selasa (17/11) sore hingga malam. Adapun saat kejadian, dirinya tengah memasak. Sedangkan suaminya sudah berangkat bekerja di tempat pembuatan bata merah.”Saat sedang memasak itulah, saya mendengar seperti suara tembok retak, dan sekejap kemudian dinding rumah ambruk,” katanya.

Muslimah mengaku beruntung dan tak henti-henti bersyukur karena reruntuhan dinding tembok jatuh ke sisi luar rumah.”Saya ndak bisa membayangkan kalau tembok ambruk ke sisi dalam rumah. Saat itu saya sedang masak dan ada dua anak saya,” ujarnya. Baik Herman maupun Muslimah mengaku bingung untuk membangun kembali rumahnya karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan.”Sementara ini mengungsi dulu di rumah saudara,”  ujar warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut.

RTLH Tertunda
Kades Pagojengan Suid Nurrohman membenarkan musibah tersebut. Diakuinya, rumah yang roboh tersebut sudah sangat tua.”Kami sudah cek lokasi, memberi bantuan logistik. Reruntuhan tembok juga sudah dibersihkan melalui gotong royong warga” katanya.

Menurut kades, rumah milik Herman tersebut sebenarnya masuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020. Tapi karena ada pandemi virus corona, seluruh anggaran difokuskan ke penanganan Covid-19 sehingga program tersebut tertunda."Kami akan alokasikan lagi RTLH di tahun 2021,” ujarnya.

Sementara Koordinator Satgas BPBD Kabupaten Brebes Budi Sujatmiko mengatakan, pihaknya telah melakukan asessment atas bencana tersebut.”Satu sisi dinding rumah sepanjang 9 meter ambruk. Kondisi rumah memang sudah sangat tua dan konstruksinya tidak menggunakan pilar beton sehingga rawan roboh,” katanya. Pihaknya meminta penghuni rumah mengungsi sementara waktu karena kondisinya rawan roboh.”Belakangan ini curah hujan tinggi. Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan,” pintanya.

Editor: Biro Pantura

Terkini

X