Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Harga Emas Naik Tembus Level Psikologis

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:15 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Penurunan imbal hasil obligasi AS membuat harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), berhasil menembus level psikologis 1.800 dolar AS.

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, bertambah 10,5 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 1.806,80 dolar AS per ounce.

Bisa dibilang nilai tersebut adalah penyelesaian tertinggi emas dalam hampir enam minggu.

Akhir pekan lalu, mas berjangka terangkat 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.796,30 dolar AS per ounce, setelah tergelincir 3 dolar AS atau 0,17 persen menjadi 1,781,90 dolar AS pada Kamis 21 Oktober 2021.

Baca Juga: Hak Masyarakat Adat Sering Terabaikan, Butuh UU yang Benar-benar Bisa Menjamin

Melonjaknya harga emas, juga seiring berlanjutnya kekhawatiran tentang inflasi mengangkat aset-aset safe-haven menjelang pertemuan bank-bank sentral utama minggu ini.

"Alasan utama untuk reli ini adalah bahwa imbal hasil sedikit mundur ... tetapi harga masih berada dalam kisaran terbatas," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Namun demikian, penguatan indeks dolar AS dan kenaikan ketiga indeks utama saham AS agak membatasi kenaikan emas.

“Kami memiliki banyak hal yang terjadi minggu ini dalam hal laporan laba dan data. Mungkin ada situasi di mana inflasi akan berdampak pada laba dan Federal Reserve menyadari hal itu dan dengan demikian akan dipaksa untuk melakukan tapering.”

Baca Juga: Gali Potensi Siswa, SMP Negeri 1 Dawe Gelar Kompetisi Literasi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X