Bormar Menjadi Titik Balik Kebangkitan Sport Tourism

Biro Kedu
- Minggu, 15 November 2020 | 16:05 WIB
SM/Dian Nurlita - PERLOMBAAN: Elite Race Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng merupakan event lari pertama yang dilaksanakan secara hybrid di Indonesia,
SM/Dian Nurlita - PERLOMBAAN: Elite Race Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng merupakan event lari pertama yang dilaksanakan secara hybrid di Indonesia,

MUNGKID, SM Network - Ditengah pandemi Covid-19 penyelenggaraan Elite Race Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng, berhasil digelar. Tentunya dilaksanakan dalam batasan dan protokol kesehatan yang sangat ketat di kawasan Candi Borobudur, Minggu (15/11).

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Sinoeng N Rachmadi mengatakan bahwa pagelaran ini menjadi sebuah titik balik bagi kebangkitan sport tourism Indonesia di tengah pandemi Covid-19. "Ini merupakan satu momentum yang penting dan sesuai dengan skenario kita, kita tidak kehilangan momentum. Menjawab pertanyaan publik bahwa event sport tourism Borobudur Marathon berhasil dihelat dalam limitasi dan batasan-batasan yang ada. Serta bisa dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan," jelas Sinoeng.

Elite Race Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng sendiri merupakan event lari pertama yang dilaksanakan secara hybrid di Indonesia, dan ketiga secara dunia setelah event Tokyo Marathon, dan London Marathon.

"Ini baru pertama di Indonesia, dan ketiga di dunia.  Harapan kami bisa menginspirasi terhadap peringatan sport tourism lainnya. Dan itu bisa dilakukan dan kondisi pandemi membaik ini bisa menjadi sebuah tantangan," ujarnya.

Sinoeng juga menargetkan event ini bisa diselenggarakan dengan jauh lebih baik pada tahun depan, jika keadaan sudah membaik.
Diketahui dalam ajang race marathon tersebut peserta tercepat kategori putra berhasil diraih oleh pelari asal Bogor Betmen Manurung dengan catatan waktu 02:42:25, dan Pretty Sihite, pelari asal Tapanuli Utara dengan kategori putri dengan catatan waktu 03:11:51 melewati race sejauh 42,195 km.

Wakil Pimpinan Umum Harian Kompas, Budiman Tanuredjo mengatakan bahwa secara keseluruhan pagelaran Elite Race Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng merupakan sesuatu yang bagus dan  patut di banggakan. "Memang track ini lurus, tetapi kita melihat bahwa hampir sepanjang tahun 2020 tidak ada race dan lomba. Otomatis tidak ada latihan sehingga catatan waktunya belum bisa memecahkan rekor nasional. Serta cuaca hari ini, juga memengaruhi perfoma dari pelari ini," terangnya.

Budiman juga memaparkan bahwa dari delapan pelari pria terbaik semuanya dibawah target. Namun menurutnya hal tersebut merupakan hal luar biasa.
"Bisa pergerakan dibawah tiga jam merupakan hal yang luar biasa, karena setahun tidak ada latihan dan even," kata Budiman.

Ia juga mengapresisasi atas pencapaian Pretty Sihite, yang mampu meraih podium utama disamping kesibukannya sebagai mahasiswi. "Ini juga menarik untuk Pretty Sihite sebab dalam persiapan race marathon, dia dalam kondisi belajar online menempuh pendidikan S2," ucapnya.

Untuk Elite Race Marathon kategori putra diambil 8 terbaik diantaranya posisi pertama diraih Betmen Manurung, kemudian Suwandi, Hamdan Syafril Sayuti, Eldak Kafolamau, Imam Mahdin, Asma Bara, Nugroho, dan terakhir Nurshodiq. Sedangkan untuk Elite Race Marathon kategori putri diambil 4 terbaik, diantaranya ada Pretty Sihite, Irma Handayani, Oliva Sadi, dan Sharfina Sheila Sosada. 

Halaman:

Editor: Biro Kedu

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X