Menteri PUPR Tandatangani Perjanjian Pengusahaan Tol Yogyakarta-Bawen

Biro Kedu
- Jumat, 13 November 2020 | 17:34 WIB
SM/Dian Nurlita - TANDA TANGAN: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat memberikan sambutan dalam acara Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
SM/Dian Nurlita - TANDA TANGAN: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat memberikan sambutan dalam acara Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen

MUNGKID, Suaramerdeka.com - Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen resmi ditandatangani pada Jumat (13/11), di concourse Candi Borobudur. Penandatanganan sendiri dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, Direktur Utama PT PII Muhammad Wahid Sutopo dan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul Handayani.

Selain kedua perjanjian ini, dilakukan juga penandatanganan perjanjian regres antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).  Pembangunan jalan tol Yogyakarta - Bawen ini memiliki panjang 75,82 Km dengan masa konsesi selama 40 tahun. Nantinya tol ini akan melintasi dua provinsi yakni Jawa Tengah sepanjang 67,05 Km dan Yogyakarta sepanjang 8,77 Km.

Titik awal tol ini di awali dari Junktion Bawen yang terletak di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Junktion Bawen akan terhubung oleh exsisting Semarang Solo.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa Joglosemar merupakan salah satu strategi pengembangan wilayah selain pembangunan tol Jadebotabek-Punjur di Jawa Barat, dan Gerbang Kertasusila di Jawa Timur.

"Konsep Joglosemar sudah lama dirancang. Dengan pembangunan jalan tol ini, saya harapkan Pariwisata tidak hanya berkembang di satu wilayah, juga wilayah lain, terkoneksi semua oleh jalan tol. Masyarakat juga mendapat banyak manfaatnya," jelas Basuki.

Nantinya jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Semarang–Solo dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo dan membentuk segitiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitas wilayah khususnya Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar). Tol Yogyakarta-Bawen, juga akan dilengkapi dengan terowongan atau tunnel yang memiliki lokasi potensial yakni antara Ambarawa dan Temanggung.

Ia juga menegaskan bahwa terowongan dibangun karena tidak ingin merusak Kawasan Banaran yang sejuk sebagai destinasi wisata dengan produk unggulan kopi. Selain itu, pihaknya juga tidak ingin mengulang kesalahan seperti pada pembangunan Tol Semarang-Solo yang memangkas perbukitan. Basuki memastikan pembangunan konstruksi Tol Yogyakarta-Bawen akan dimulai pada Agustus 2021 dan tuntas pada Kuartal III-2023.

"Saat ini dokumentasi trase masih ada pada Kementerian PUPR untuk kemudian ditetapkan lokasi dan dikembalikan kepada Gubernur (Jawa Tengah dan Yogyakarta) untuk disetujui. Akhir November atau akhir Desember penlok sudah selesai," imbuhnya.

Diketahui Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi enam sesi. Sesi pertama dimulai dari Yogyakarta sampai Banyurejo sepanjang 8,25 Km, sesi kedua dimulai dari Banyirejo sampai Borobudur sepanjang 15,26 Km, sesi ketiga Borobudur - Magelang sepanjang 8,08 Km, sesi keempat Magelang - Temanggung 16,46 Km, sesi kelima Temanggung - Ambarawa sepanjang 22,56 Km, sesi enam dari Ambarawa hingga Bawen 5,21 Km.

Sementara itu Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Subakti Syukur mengungkapkan, nilai investasi tol ini sebesar Rp 14,26 triliun. Senilai Rp 10,6 triliun di antaranya untuk konstruksi dan sisanya pembebasan lahan. Secara struktur, jalan bebas hambatan ini meliputi lima Simpang Susun (SS) dan satu Junction yang akan dibangun dimulai dari Junction Bawen yang akan terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Solo, SS Ambarawa, dan SS Temanggung. Selanjutnya, SS Magelang, SS Borobudur hingga SS Banyurejo yang terhubung dengan Junction Sleman Kec Melati, Kab Sleman, DI Yogyakarta yang akan terkoneksi dengan jalan tol Solo -Yogyakarta–YIA Kulon Progo.

Halaman:

Editor: Biro Kedu

Terkini

X