Penguatan Ekonomi, AAJI Terus Edukasi Keuangan dan Asuransi

- Senin, 25 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Ilustrasi asuransi. (Steven Buissinne / Pixabay)
Ilustrasi asuransi. (Steven Buissinne / Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama dengan regulator serta pemangku kepentingan lainnya dalam industri keuangan non bank (IKNB) menguatkan komitmennya dalam mendorong literasi keuangan dan asuransi.

Penguatan ini dilakukan AAJI dan regulator melalui kegiatan seri kampanye literasi yang masif dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan di Bulan Inklusi Keuangan (BIK), selama bulan Oktober ini.

AAJI dan anggotanya dari perusahaan asuransi jiwa dan reasuransi secara aktif melakukan edukasi keuangan dan asuransi dengan meramaikan perhelatan daring FinExpo-BIK 2021 yang diselenggarakan dari tanggal 18 Oktober sampai dengan 2 November 2021.

Bagi AAJI, kegiatan yang diselenggarakan oleh regulator industri keuangan dengan berbagai institusi Pemerintah dan perusahaan jasa keuangan (PUJK) ini merupakan bukti nyata sinergi dan kolektivitas seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki akses ke layanan jasa keuangan, termasuk perlindungan asuransi jiwa.

Baca Juga: Santri Perlu Keluar dari Zona Nyaman, Gus Hilmy: Semar Badranaya Patut Dicontoh

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon meyakini bahwa kampanye inklusi dan literasi asuransi yang masif masih perlu dilakukan karena faktanya baru sekitar 6,5 persen penduduk Indonesia yang saat ini memiliki perlindungan asuransi jiwa.

“Yang belum terlalu dipahami banyak masyarakat, asuransi jiwa adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatur keuangan masa depan."

"Ditambah dengan adanya risiko pandemi, masa depan masih menjadi sesuatu yang tidak dapat dipastikan oleh siapapun. Di situlah pentingnya produk asuransi jiwa dalam melindungi semua orang dan keluarga tercinta dari berbagai risiko di masa depan,” jelas Budi.

Menurutnya, berbagai risiko kehidupan di masa sulit seperti saat ini bisa menghambat pelaksanaan rencana yang sudah disusun untuk masa depan.

Baca Juga: Workshop Tanaman Obat UIN Walisongo, Ibu-ibu PKK Diberi Penjelasan dan Cara Pemanfaatan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X