Bantuan Pemerintah Bikin Masyarakat Optimistis Ekonomi Segera Pulih

- Kamis, 5 November 2020 | 22:50 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com- Berbagai program bantuan pemerintah saat pandemi Covid-19 dinyakini menjadi salah satu penyebab muncul optimisme masyarakat bahwa perekonomian akan segera pulih.

Hasil survey perusahaan riset pemasaran dan opini masyarakat  global, IPSOS, menyebutkan, masyarakat Indonesia memiliki optimisme terhadap pemulihan ekonomi yang lebih tinggi dibanding negara lain di ASEAN. Bahkan, jika dibanding Vietnam yang memiliki jumlah kasus COVID-19 lebih rendah, optimisme pemulihan ekonomi Indonesia lebih tinggi.

"Kenapa? Karena di Indonesia ini masyarakatnya merasa terbantu dengan sejumlah pendampingan yang dilakukan pemerintah," ujar Managing Director IPSOS Indonesia Soeprapto Tan dalam  dalam Dialog Produktif bertema Kepercayaan Ekonomi Saat Pandemi yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (5/11/).

Menurutnya, setelah ditelisik, optimisme yang ditunjukkan masyarakat Indonesia dilator belakangi adanya bantuan pemerintah yang cukup masif. Catatan yang didapat dari survey menunjukkan, masyarakat Indonesia merasa terbantu dengan pendampingan atau insentif terhadap UMKM yang diberikan pemerintah. Selain itu, masyarakat Indonesia juga optimis vaksin bisa segera ditemukan dan diproduksi. Penyaluran bantuan sosial, kartu Prakerja, dan stimulus untuk pengusaha juga dianggap punya andil besar dalam mendongkrak optimisme masyarakat Indonesia dalam menyongsong ekonomi yang lebih baik. ‘’Kami lakukan survey terhadap enam negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura dan Thailand dengan masing-masing 500 responden di setiap Negara,’’ tandasnya.

Soeprapto Tan menjelaskan, tujuan survey tersebut ada tiga hal. Pertama, melihat di tahap mana setiap negara di Asia Tenggara bereaksi terhadap COVID-19. Kedua, melihat sejauh mana dampak COVID-19 terhadap penghasilan masyarakat dan bagaimana harapan mereka dalam enam bulan kedepan. Ketiga, bagaimana kegiatan perekonomian selama pandemic dan produk apa saja yang terdampak atau tidak terdampak pandemi.

Hal ini juga berkaitan dengan optimisme masyarakat di enam negara terhadap pengadaan vaksin COVID-19. Empat negara yakni, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam yakin vaksin bisa ditemukan dan didistribusikan pada semester I 2021. Sementara dua Negara yakni, Singapura dan Thailand, berharap vaksin bias ditemukan pada semester II 2021.

Dalam survey tersebut, Indonesia menjadi negara dengan optimisme ekonomi yang lebih tinggi dibanding lima negara lain yang disurvei. Soeprapto menyebutkan, survey sempat dilakukan dua kali yakni Mei 2020 dan September 2020. Pada survey pertama, hampir semua negara menunjukkan respon yang sama yakni pendapatan masyarakat yang menurun akibat pandemi.

Soeprapto Tan menjelaskan, survey pada Mei 2020 menunjukan Indonesia dibanding negara Asia Tenggara pendapatan warganya sama-sama turun. Banyak masyarakat mengatakan, pendapatan mereka menurun. Jauh berkurang dibanding sebelum pandemi. Namun, memasuki survey kedua yang digelar pada September 2020, Indonesia terlihat cukup unggul dibanding lima negara lain yang disurvei.

‘’Dari 500 responden yang disurvei di Indonesia, terlihat sebanyak 4 persen di antaranya mengaku sudah mengalami kenaikan pendapatan. Sedangkan 21 persen responden mengaku pendapatannya sudah stabil alias tidak lagi berkurang,’’ ungkap Soeprapto Tan.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Koperasi Mitra BI Ekspor Kopi ke Saudi Arabia

Jumat, 17 September 2021 | 20:35 WIB

Peran Dipertajam, Koperasi Sejenis Diminta Merger

Jumat, 17 September 2021 | 20:30 WIB

Kinerja PT KIW Tetap Positif di Masa Pandemi

Jumat, 17 September 2021 | 20:07 WIB
X