Semua Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat Pembukuan

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:56 WIB
Ilustrasi Pembukuan. (Dok. mekari.com)
Ilustrasi Pembukuan. (Dok. mekari.com)

Hanya beberapa jenis aset saja yang dicatat dengan nilai pasar. Secara umum, ini adalah jenis aset yang bisa diubah menjadi uang tunai dengan mudah.

Oleh sebab itu, pastikan Anda memahami bahwa ekuitas bersih per saham (nilai buku per saham), hanya perkiraan atau estimasi kasar dari nilai perusahaan.

Kalau sebuah perusahaan memiliki banyak aset yang nilainya tinggi, maka dalam realitasnya kemungkinan nilai aset tersebut sudah berkali-kali lipat lebih tinggi dari nilai buku per sahamnya.

Misalnya, PT Sukamakmur membeli gedung pabrik pada tahun 1990 di Bogor seharga Rp 100 juta. Maka, dalam neraca pembukuan perusahaan harus tetap ditulis seharga pembelian pada tahun 1990, yaitu Rp 100 juta. Meskipun, semua orang tau, nilai properti seperti pabrik atau gedung akan selalu meningkat berkali-kali lipat per tahunnya.

Akuntansi Akrual: pendapatan dibukukan saat diperoleh, kewajiban dibukukan saat terjadinya transaksi.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui dalam pembukuan perusahaan adalah akuntansi akrual. Akuntansi akrual berarti pendapatan dibukukan saat diperoleh, bukan saat uang tunai (pendapatan) benar-benar diterima. Sedangkan, kewajiban dibukukan pada saat terjadinya transaksi.

Oleh karena itu, di bawah akuntansi akrual, perusahaan yang menjual mesin pabrik biasanya akan mengakui pendapatan saat pelanggan sudah menerima produk. Akibatnya, laporan laba rugi akan menunjukkan perusahaan sudah menjual produk.

Namun, uang tunai dalam transaksi ini mungkin masih belum diterima oleh perusahaan pada periode yang sama.

Entah itu, karena mungkin telah dibayarkan di awal (DP) atau dibayar sesuai kesepakatan di bulan berikutnya.

Inilah salah satu alasan mengapa laporan arus kas penting agar pebisnis bisa mengetahui dari mana dan kemana aliran uang perusahaan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X