Semua Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membuat Pembukuan

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:56 WIB
Ilustrasi Pembukuan. (Dok. mekari.com)
Ilustrasi Pembukuan. (Dok. mekari.com)

Baca Juga: Hari Santri Nasional 2021, Pemkab Majalengka Berikan Jaminan Kesehatan Kiai

Konsep ini merupakan inti dari akuntansi double-entry (pencatatan dua kali pada sisi debit dan kredit). Jadi, kapan saja ada perubahan di satu akun, maka harus ada perubahan juga di akun lain agar neraca tetap seimbang.

Sebagai contoh, apabila persediaan dibeli dengan uang tunai, maka akun kas sebagai aset akan berkurang. Sedangkan, inventaris dan akun aset lain akan bertambah dengan jumlah yang sama.

Contoh lain, misalnya PT Sukamaju meminjam dana Rp 100 juta ke bank dan disimpan ke rekening gironya sendiri.

Dengan begitu, PT Sukamaju meningkatkan kewajiban sebesar Rp 100 juta, sekaligus menambah aset sebesar Rp 100 juta. Jadi, pembukuan perusahaan akan tetap seimbang.

Baca Juga: Tunggu Hasil Verifikasi CHSE, Kebun Raya Gunung Tidar Masih Sebatas Simulasi

Perbedaan antara neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Selanjutnya, hal lain yang perlu diketahui adalah bedanya antara ketiga bagian pembukuan perusahaan tersebut.

Setiap perusahaan menghasilkan pembukuan perusahaan yang diaudit. Meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Ketiga bagian tersebut mengandung informasi penting bagi pemilik modal, klien, mitra bisnis, hingga investor yang akan menilai valuasi perusahaan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X