Dolar Pangkas Kerugian Usai Bank Sentral AS Diklaim Harus Mulai Kurangi Pembelian Aset

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 10:36 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

"Begitu kita mendapat dorongan dari bank-bank sentral lain dan The Fed berkomitmen untuk melakukan tapering, kita akan melihat penurunan dolar benar-benar dangkal," kata Issa.

Untuk mata uang lain, dolar Aussie, yang merupakan proksi untuk selera risiko, menyerahkan kenaikan sebelumnya dan terakhir melemah 0,05 persen pada 0,7462 dolar AS.

Mata uang safe-haven yen naik, meskipun tetap menjadi pemain terlemah, setelah turun hampir 10 persen tahun ini.

Kemudian, dolar terakhir turun 0,50 persen terhadap mata uang Jepang di 113,42 yen.

Bitcoin turun 2,98 persen menjadi 60.367 dolar AS, kemudian mencapai rekor tertinggi 67.017 dolar AS pada Rabu 20 Oktober, setelah ETF (exchange traded fund) Bitcoin berjangka pertama AS mulai diperdagangkan.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
X