Harga Minyak Naik Seiring Sentimen Bullish soal Rendahnya Pasokan

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Sentimen bullish soal rendahnya pasokan membuat harga minyak berada tepat di bawah tertinggi multi-tahun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Untuk pengiriman Desember, minyak mentah berjangka Brent naik 92 sen atau 1,1 persen, menjadi menetap di 85,53 dolar AS per barel.

Kontrak acuan global minyak Brent yang menyentuh level tertinggi tiga tahun di 86,10 dolar AS pada Kamis 21 Oktober 2021, menguat 1,0 persen dalam seminggu, kenaikan mingguan ketujuh.

Sementara untuk jangka pengiriman yang sama, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 1,26 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi ditutup di 83,76 dolar AS per barel, tidak jauh dari level tertinggi tujuh tahun yang dicapai minggu ini.

Baca Juga: Tonggak Utama Sejarah Indonesia, Ini 5 Tujuan dari Sumpah Pemuda

Minggu ini, kontrak minyak WTI melonjak 1,7 persen dan naik untuk minggu kesembilan berturut-turut.

Sentimen bullish tentang rendahnya pasokan dihambat oleh kekhawatiran dari para pemimpin dunia bahwa gangguan permintaan dari pandemi Covid-19 mungkin belum berakhir.

Harga telah didorong oleh kekhawatiran tentang kekurangan batu bara dan gas di China, India dan Eropa, mendorong beberapa pembangkit listrik untuk beralih dari gas ke bahan bakar minyak dan solar.

Perkiraan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) menyebutkan, cuaca musim dingin di sebagian besar Amerika Serikat diperkirakan lebih hangat dari rata-rata.

Baca Juga: Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X