Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Di tengah kekhawatiran inflasi membuat harga emas naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB)

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terangkat 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi ditutup pada 1.796,30 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Kamis, 21 Oktober 2021, emas berjangka tergelincir 3 dolar AS atau 0,17 persen menjadi 1,781,90 dolar AS per ounce.

Emas berjangka melonjak 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.784,90 dolar AS pada Rabu 20 Oktober, setelah menguat 4,8 dolar AS atau 0,27 persen menjadi 1.770,50 dolar AS pada Selasa 19 Oktober 2021 dan jatuh 2,6 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.765,70 dolar AS pada Senin (18/10/2021).​​​​​​​

Baca Juga: Tips Sunmori Menggunakan Motor Matik agar Menyenangkan dalam Berkendara

Dalam sebuah konferensi virtual, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memprediksi inflasi akan meningkat hingga tahun depan dan bahwa bank sentral AS berada di jalur untuk mulai mengurangi stimulusnya.

Selain itu, kata Powell, bank sentral AS harus mulai mengurangi pembelian asetnya segera, tetapi belum menaikkan suku bunga.

"Jelas, kemunduran itu terkait dengan komentar dari Ketua Fed sehubungan dengan bagaimana dia memperkirakan inflasi berpotensi tetap meningkat hingga tahun depan," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Powell mengatakan bank sentral AS harus segera mulai mengurangi pembelian asetnya, tetapi seharusnya tidak menaikkan suku bunga karena lapangan kerja masih terlalu rendah.

Baca Juga: Sejarah Kata Santri, Begini Pendapat Cak Nur

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X