Peran Bulog dalam Rantai Pasok Beras Perlu Dievaluasi, Jaga Stabiltas Harga Pangan

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:21 WIB
Beras Bulog (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Beras Bulog (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peran Bulog dalam rantai pasok beras perlu dievaluasi untuk meningkatkan efektivitasnya dalam menjaga stabilitas harga pangan Indonesia.

Keterlibatan Bulog dalam rantai pasok beras dimulai di tingkat hulu hingga hilir sebagaimana yang ditetapkan oleh Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2016 Pasal 3 (2).

“Masalah muncul karena, di tingkat hulu, Bulog harus melakukan pengadaan beras dari petani. Tetapi kemudian Bulog mengalami kesulitan untuk mendistribusikan beras di pasar tingkat hilir. Tidak seperti pihak swasta, Bulog harus membeli beras dengan semua tingkat kualitas dan menyimpan stok penyangga sebagai cadangan nasional di gudangnya,” terang Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta.

Dia menambahkan, ditugaskan untuk menjaga stok penyangga nasional tanpa kebijakan yang jelas bagaimana distribusinya di tingkat hilir memiliki dampak jangka panjang untuk pengelolaan Bulog.

Baca Juga: Perkuat Dampak Perubahan Iklim, Indonesia Komitmen Dorong Kerja Sama dengan Uni Eropa

Untuk menunjang penugasan ini, Bulog harus mengandalkan pinjaman komersial atau juga menggunakan anggaran pemerintah saat bersaing dengan pihak swasta dalam pengadaan beras.

Penugasan untuk menjaga stok nasional memunculkan biaya tambahan, sedangkan kualitas beras menurun, dan pembayaran bunga pinjaman bank semakin bertambah.

Sudah terbukti bahwa pengaturan yang ada saat ini secara finansial tidak berkelanjutan untuk Bulog.

Pada akhirnya, beban ada di pembayar pajak yang perlu menutup biaya distribusi beras.

Baca Juga: Polda Jateng Bongkar Praktik Judi Kupon di Sukoharjo, 3 Pelaku Ditangkap

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X