Kemenparekraf Tingkatkan Digitalisasi di Sektor Pariwisata untuk PEN: Pendekatan Teknologi Sangat Membantu

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:17 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi pameran. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi pameran. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dampak pandemi tidak hanya dirasakan oleh para pelaku sektor pariwisata saja, tetapi juga menjadi rem darurat pada pertumbuhan industri yang juga berpengaruh pada pendapatan negara.

Salah satunya sektor pariwisata yang merupakan sektor memiliki efek berganda pada perekonomian negara, sebuah ekosistem besar yang ditopang oleh berbagai subsektor mulai dari akomodasi, transportasi, hingga usaha kecil dan menengah.

Namun sekarang dengan adanya peningkatan angka vaksinasi dan kebiasaan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan perlahan sektor pariwisata bisa bergerak positif.

Baca Juga: Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah: Pentingnya Pendidikan untuk Raih Kesuksesan

Data dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) memperlihatkan bahwa pemesanan perjalanan wisata dari wisatawan domestik kini sudah mencapai sekitar 40 persen dari kondisi normal atau meningkat hingga 2 kali lipat dari kondisi sebelum adanya kebijakan pelonggaran.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus fokus pada peningkatan digitalisasi di sektor pariwisata dan menggenjot kunjungan pariwisata domestik.

Menurutnya kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik dalam memanfaatkan teknologi.

Baca Juga: Dorong Ekspor Produk dan Investasi, Indonesia Promotion Road Show 2021 Digelar di Tawau

Selain itu, integrasi antara sektor pariwisata dan sektor kesehatan juga menjadi elemen yang tak terpisahkan dari upaya pemulihan ini.

"Pendekatan teknologi sangat membantu industri pariwisata di tengah dampak pandemi yang sangat memukul industri ini, terutama pada sektor perhotelan dengan okupansi yang menurun secara drastis. Namun demikian, industri pariwisata harus bergerak kembali melalui protokol CHSE yang telah menjadi gold standard untuk memastikan layanan pariwisata memiliki standar protokol kesehatan terbaik," katanya, belum lama ini.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB
X